Sambas, bimasislam --- Sambas yang berada di kawasan yang telah ditetapkan bagian wilayah tertinggal sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 131 Tahun 2015 tentang Penetapan Wilayah Tertinggal Tahun 2015-2019 mendapat perhatian khusus dari Ditjen Bimas Islam, Kementerian Agama dalam pengembangan program keagamaan melalui pemberdayaan masyarakat menuju kearah yang lebih baik di masa mendatang. Muhammadiyah Amin, selaku Dirjen Bimas Islam menyampaikan dalam sambutannya dalam kesempatan Launching Program Percontohan yang dilakukan di penghujung Tahun 2018 (2/11) bahwa Bimas Islam bersama-sama BAZNAS dan LAZ Tahun 2018 telah melaksanakan di 7 lokasi di 7 provinsi melalui program Kampung Zakat, akan tetapi satu diantaranya Sambas yang didalamnya terdapat program Kampung Zakat menjadi Program Percontohan Daerah Binaan Bimas Islam yaitu program kebimas Islaman secara menyeluruh, ujar pria yang pernah menjabat sebagai Rektor di IAIN Gorontalo.
Lebih lanjut, Dirjen menyampaikan kenangan saat masa kecilnya bahwa Desa Sulung ini memiliki kemiripan dengan kampung halaman yang telah membesarkannya, tetapi kondisi disini jauh lebih beruntung karena jalanan disini sudah dibangun dalam bentuk aspal tapi di tempat saya tinggal dulu (Indragiri, Riau, red) dibandingkan dengan daerah tempat tinggalnya dimasa kecil menggunakan jembatan sehingga sering kali mengalami luka saat diminta orang tuanya untuk beli kebutuhan di warung, kenangnya dihadapan warga dan secara spontan mendapatkan applause yang meriah.
Pada kesempatan sebelumnya, Bupati Sambas, Atbah Romin Suhaili menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran rombongan Ditjen BImas Islam yang dipimpin langsung Dirjen Bimas Islam, selanjutnya ia mengaminkan apa yang telah disampaikan oleh Bang Sipni panggilan akrabnya dan selaku Kepala Kantor Kemenag Kab. Sambas saat menyampaikan laporan bahwa Desa Sulung merupakan Desa tertua yang berada di Kecamatan Sejangkung, selain itu, kecamatan ini pun merupakan kecamatan paling tertinggal dibandingkan dengan kecamatan lainnya di Kabupaten Sambas sejak empat puluh tahun yang lalu. Bupati pun berharap Sejangkung mengedepankan lebih nature dan lebih original (keasliannya, red) dan apa adanya, tapi inilah yang akan menjadi wilayah destinasi oleh orang yang ingin mengunjunginya, tutur pria yang hafizh alquran.
Launchingyang dilaksanakan di Desa Sulung, Kecamatan Sejangkung ini mendapat sambutan hangat dan meriah dari warga sekitar. Desa Sulung yang memiliki dua dusun ini yaitu dusun Sebatan dan dusun Medang. Adapun program ini diantaranya yang digulirkan dalam bentuk bantuan yaitu renovasi masjid, renovasi musholla, BKPRMI, BKMT, Pemberian Mushaf Alquran dan Iqro bagi pengelola Taman Pendidikan Alquran, bantuan paket sembako untuk dhuafa, dan bantuan perlengkapan solat. Di akhir acara ini pun, Dirjen memberikan kenang-kenangan berupa plakat yang diserahkan kepada Bupati Sambas, Perwakilan DPRD, Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sambas, dan Camat Sejangkung.
Penyelenggaraan program ini pun diikuti oleh pejabat di lingkungan Kementerian Agama Pusat dan Daerah, apartur daerah setempat, BAZNAS Pusat dan Daerah serta lembaga amil zakat (LAZ) skala nasional maupun skala provinsi yang tergabung dalam Forum Zakat.
Penulis : Achmad Soleh
Editor : Achmad Soleh
Foto : bimasislam
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



