Jakarta, Bimas Islam --- Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama (Kemenag), Kamaruddin Amin mengatakan, Revitalisasi KUA manfaatnya harus dapat dirasakan masyarakat.
“Meskipun kantor KUA sudah sangat bagus, semua sistem sudah digital, SDM sudah bagus. Namun, kita belum bisa dikatakan sukses kalau manfaatnya belum dirasakan masyarakat,” kata Dirjen saat membuka Capacity Building Program Revitalisasi KUA Tingkat Nasional Tahun 2022 di Hotel Ciputra, Jakarta Barat, Selasa (24/5) malam.
Dirjen mengatakan, target Revitalisasi KUA bukan perubahan pada kantor dengan segala hal yang ada di dalamnya, tetapi harus memberikan dampak positif kepada masyarakat.
“Revitalisasi KUA harus berfungsi instrumental untuk mentransformasi kehidupan masyarakat menjadi lebih baik, khususnya yang terkait dengan keluarga, ketahanan keluarga semakin kokoh,” ujarnya.
Dirjen berharap, KUA berfungsi menjadi sarana dan wasilah dalam mengatasi persoalan-persoalan makro keluarga. Seperti menurunkan angka perceraian, mengurangi pernikahan dini, mengurangi KDRT, menurunkan angka stunting, dan membuat petahanan keluarga semakin kuat.
“Layanan yang baik dan berkualitas pasti akan berkorelasi dengan kondisi makro kehidupan keluarga di Indonesia,” tutupnya.
Kegiatan ini diikuti oleh 48 peserta yang berasal dari Kepala Bidang Urais dan Binsyar seluruh Indonesia dan pejabat terkait di lingkungan Direktorat Bina KUA dan Keluarga Sakinah. Tampak hadir Kasubdit Mutu, Sarana Prasarana, dan Sistem Informasi KUA Jajang Ridwan, Kasubbag Tata Usaha pada Direktorat Bina KUA dan Keluarga Sakinah Rama Wahdiyansyah, dan Kepala Seksi Pengelolaan Sarana dan Prasarana KUA Beni Cipto Susilo.
(Tommy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



