Jakarta, Bimas Islam --- Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) Kementerian Agama (Kemenag) Kamaruddin Amin mengatakan, salat merupakan sarana komunikasi pribadi antara hamba dengan Allah Swt.
“Salat merupakan sarana, instrumen, wasilah, maupun cara berkomunikasi yang sangat pribadi dan personal antara hamba dan Allah Swt,” ujar Dirjen saat menjadi narasumber Kajian Rutin Virtual Kitab Shahih Bukhari seri #20 bertajuk ‘Ajaran Pokok Islam’ yang digelar Ditjen Bimas Islam pada Ahad (20/3).
“Dengan salat kita berkomunikasi dengan Allah. Kita berdialog dengan Allah melalui salat wajib lima kali dalam sehari. Orang yang melakukan ibadah salat seharusnya bisa menjadi wasilah untuk mencegah mereka dari melakukan hal-hal yang tidak diinginkan oleh Allah,” kata Dirjen.
Dirjen menambahkan, selain sarana berkomunikasi antara hamba dan Allah, salat juga merupakan bentuk pendekatan diri kepada Allah. “Selain sarana komunikasi, salat juga sarana mendekatkan diri kepada Allah. Jadi semakin kita rutin melaksanakan salat lima waktu, maka semakin dekat kita kepada Allah,” katanya.
Guru Besar di UIN Alauddin Makassar ini menegaskan, seluruh ibadah mahda yang Allah perintahkan kepada umat Islam memiliki tujuan dan manfaat. Salat, kata Dirjen, merupakan salah satu ibadah mahda yang memiliki kedudukan sangat penting.
“Tentu sangat banyak sekali manfaat salat yang bahkan mungkin jauh lebih luas, jauh lebih dalam dari apa yang selama ini kita ketahui. Penjelasan ulama tentang manfaat salat hanya sebagian kecil hikmah daripada perintah salat,” tambahnya.
(Rendi)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



