Jakarta, Bimas Islam --- Direktur Jenderal Bimas Islam Kamaruddin, menyampaikan peran sentral penyuluh dalam kehidupan berbangsa dan bernegara serta dalam meningkatkan kualitas kehidupan beragama.
"Penyuluh ini sebuah entitas yang sangat penting. Kalau saya yang berceramah, Pak Rektor yang berceramah atau kita semua berceramah, mungkin audiens kita itu elite-elite saja, kelas menengah atas, ceramah kita tidak sampai ke bawah, ke level grassroot," kata Kamaruddin di aula Zafry Zamzam UIN Antasari, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Rabu (9/6/2021).
Penyuluh inilah lanjut Kamaruddin, yang langsung bersentuhan dengan masyarakat. Kamaruddin mengatakan kepada peserta webinar, penyuluh sangat aktif menyampaikan program Kementerian Agama ke masyarakat.
"Nah yang bisa menjangkau masyarakat ditingkat grassroot adalah para penyuluh, dan merekalah mayoritas dan mereka perlu disapa. Oleh karena itu penyuluh harus ditingkatkan kapasitasnya," ujar Kamaruddin.
Kamaruddin menambahkan, seorang penyuluh bisa membina puluhan majelis taklim. Seluruh penyuluh di Indonesia sambung Kamaruddin dapat membina ratusan ribu majelis taklim.
"Jadi saya bayangkan penyuluh kita ini membina ratusan ribu majelis taklim. Setiap majelis taklim itu memiliki anggota yang sangat bervariasi. Saya pernah kalkulasi dengan teman-teman, kira-kira anggota majelis taklim sampai 30 sampai 40 juta anggota seluruh Indonesia. Ini yang dibina oleh penyuluh, sehingga peran mereka sangat sentral," tandas Kamaruddin.
(Fadly)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



