Bandung, Bimas Islam — Dirjen Bimas Islam Kemenag, Kamaruddin Amin menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga stabilitas sosial dan politik. Hal itu disampaikannya dalam Dialog Pemuda Lintas Paham Keagamaan Islam di Bandung, Kamis (5/8/2024).
Kamaruddin menjelaskan, Indonesia memiliki infrastruktur sosial yang kuat berkat peran organisasi keagamaan seperti NU, Muhammadiyah, dan Persis, yang membantu menjaga stabilitas bangsa dari pengaruh ideologi destruktif.
"Ormas keagamaan kita menjadi benteng kokoh yang membuat bangsa ini tidak mudah terpengaruh oleh ideologi luar," ujarnya.
Namun, di era digital, ancaman ideologi destruktif semakin mudah masuk melalui media sosial. Menurut Kamaruddin, tantangan ini tidak bisa dianggap enteng, dan pemuda perlu memiliki kesadaran serta pengetahuan yang cukup untuk menghadapinya.
"Kita tidak bisa menganggap enteng tantangan ini. Globalisasi membuat ideologi luar mudah menembus ruang-ruang pribadi kita," tegasnya.
Kamaruddin juga mengingatkan, pemuda Indonesia sebagai mayoritas populasi, memegang peran penting dalam menentukan masa depan bangsa. Ia berharap generasi muda dapat memanfaatkan peluang besar yang ada untuk mencapai kesejahteraan dan kemajuan.
“Anda semua sebagai ‘pemilik saham’ terbesar di Indonesia berhak menentukan masa depan bangsa ini. Kami berharap Anda mengambil peran transformasi menuju Indonesia Emas di masa mendatang,” katanya.
Menurut Kamaruddin, kemajuan bangsa hanya bisa dicapai jika stabilitas sosial dan politik terjaga. Stabilitas ekonomi membutuhkan fondasi yang kuat, dan peran pemuda dalam menjaga kedamaian serta ketenteraman bangsa sangat penting.
"Tidak mungkin ada kemajuan tanpa stabilitas sosial dan politik. Stabilitas ekonomi membutuhkan dasar yang kuat. Dan itu yang harus disadari oleh anak muda," ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa dengan bonus demografi yang dimiliki Indonesia yang mayoritas penduduknya berusia muda, memiliki peluang besar untuk maju, berbeda dengan negara-negara maju yang menghadapi masalah demografi dengan populasi penduduk yang semakin menua.
"Negara maju saat ini menghadapi masalah demografi, di mana sebagian besar penduduknya adalah orang tua. Sebaliknya, kita memiliki bonus demografi dengan mayoritas penduduk berusia muda," paparnya.
Kamaruddin mengajak seluruh pemuda untuk mempersiapkan diri menghadapi masa depan yang penuh peluang. "Peluang Anda untuk sejahtera jauh lebih besar dibandingkan generasi sebelumnya, tapi itu hanya bisa terjadi jika kita menjaga stabilitas dan menjadi warga bangsa yang rukun," tutupnya.
Kamaruddin berharap, pemuda dapat menjadi agen perubahan menuju Indonesia Emas. "Masa depan bangsa ini ada di tangan Anda. Indonesia Emas bukanlah mimpi, tetapi sesuatu yang bisa kita capai bersama," pungkasnya.
Fn/Mr



