Jakarta, Bimas Islam -- Dirjen Bimas Islam, Kamaruddin Amin berharap, para dai/daiyah bisa memperkenalkan praktik beragama masyarakat muslim Indonesia kepada dunia. Menurutnya, para penceramah mesti hadir dalam panggung global.
Hal itu dijelaskan Dirjen pada kegiatan Bimtek Penguatan Kompetensi Penceramah Agama Islam (khusus daiyah) Tingkat Pusat Angkatan II, Selasa (30/5/2023) di Jakarta.
"Kalau kita lihat pengalaman empiris bagaimana Islam menjadi rahmatan lil'alamin, bagaimana agama menjadi inspirasi sekaligus berkontribusi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, saya kira Indonesia merupakan salah satu contoh terbaik bagaimana Islam diamalkan," ujarnya.
Terkait itu, Dirjen mengungkapkan, setelah Ramadan tahun depan, Kemenag akan mengirimkan dai/daiyah ke Uni Emirate Arab (UEA) untuk berdiskusi dan berbagi dengan ulama-ulama di sana, untuk memperkenalkan kultur beragama di Indonesia kepada dunia.
"Insyaallah, setelah lebaran, kita akan mengirimkan dai ke UEA, untuk mengikuti sharing dengan ulama di Abu Dhabi. Kita akan mengirimkan 20 mubalig/mubaligah. 15 laki-laki dan 5 perempuan," terang Dirjen.
Dirjen menambahkan, agama harus memberi pandangan dan solusi terhadap isu-isu sosial. Makna agama tidak boleh direduksi dan dinilai hanya mengurus masalah ibadah, akhlak, dan sebagainya.
Bimtek Penguatan Kompetensi Penceramah Agama Islam (khusus daiyah) Tingkat Pusat Angkatan II ini digelar selama tiga hari, Senin-Rabu (29-31 Mei 2023). Kegiatan ini diikuti 80 daiyah seluruh Indonesia.
Dalam kegiatan ini, para daiyah diminta mengisi post-test tentang keagamaan, dan mendapat sertifikat resmi dari Kementerian Agama. Diharapkan, melalui Bimtek ini, para daiyah dapat terus memperkenalkan moderasi beragama kepada masyarakat.
Mr



