Jakarta, Bimas Islam -- Dirjen Bimas Islam Kemenag, Kamaruddin Amin menegaskan pentingnya ilmu falak bagi umat Islam. Menurutnya, hampir semua ibadah keagamaan umat Islam memerlukan ilmu falak.
Hal ini disampaikan Kamaruddin saat membuka Pertemuan Ahli Hisab dan Rukyat di Hotel Millennium Jakarta, Senin (19/9). Pertemuan ini turut dihadiri Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah, Adib.
"Ilmu falak itu sangat penting dan unik. Orang yang eksper dalam bidang ini sangat sedikit. Kita sama-sama ketahui bahwa hampir seluruh ibadah di dalam Islam ini semuanya terkait dengan keahlian di bidang hisab dan rukyat ini," kata Kamaruddin.
"Rukun Islam, kecuali syahadat, membutuhkan keahlian di bidang hisab dan rukyat. Jadi, saya ingin mengatakan bahwa sesungguhnya ahli hisab itu kontribusinya sangat fundamental sekali. Karena ilmu ini sangat penting, maka perlu upaya maksimal untuk membangkitkan generasi ahli falak mengingat ahli falak saat ini sedikit," tambahnya.
Kamaruddin mengaku sering mengajak rekan akademisinya memberi ikhtiar khusus untuk mengadvokasi keahlian di bidang ilmu falak. Dia khawatir tanpa ada ikhtiar khusus, tidak ada lagi orang yang berminat dengan keahlian itu.
"Tanpa ada ikhtiar khusus dari kita semua, saya khawatir jangan-jangan nanti tidak ada yang berminat lagi atau sangat sedikit peminatnya. Padahal keahlian di bidang falak ini sangat dibutuhkan umat Islam sampai kapan pun," kata Kamaruddin.
Hadir pada Pertemuan Ahli Hisab dan Rukyat yang digelar dua hari ini antara lain Kasubdit Hisab Rukyat dan Syariah Ismail Fahmi, Peneliti BRIN Thomas Djamaluddin, Planetarium Jakarta Cecep Nurwendaya, para ahli hisab dari ormas Islam, serta akademisi.
(Rendi)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



