Ciamis, Bimas Islam --- Direktur Jenderal (Dirjen) Bimas Islam, Kamarudin Amin mengungkapkan masih banyaknya para penyuluh agama di daerah yang belum berstatus sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). Hal ini tentunya berdampak pada kesejahteraan mereka.
"Dari lima puluh ribu penyuluh, ada empat puluh lima ribu penyuluh masih berstatus non-ASN. Ini tentu menjadi perhatian kita bersama, karena di pundak mereka banyak sekali amanah yang harus dijalankan," ungkap Kamarudin, pada Kamis (18/2).
Kamarudin mengatakan bahwa para penyuluh ini sangat berkontribusi dalam menentukan kualitas kehidupan keagamaan di Indonesia karena langsung bersentuhan dengan masyarakat.
Ia juga mengungkapkan bahwa tingkat kesejahteraan para penyuluh agama ini masih belum cukup memadai, sehingga dirinya berharap pihak Pemerintah Daerah (Pemda) juga turut memberikan perhatian mereka terhadap hal tersebut.
"Yang non-ASN ini, kita baru memberikan honor sekitar satu juta rupiah. Saya berterima kasih kalau pihak Pemda bisa membantu, bisa memfasilitasi mereka dalam melaksanakan tugas-tugas mereka," imbuhnya.
Kamarudin berjanji akan terus berupaya mendorong agar para penyuluh agama di daerah mempunyai kesempatan untuk menjadi ASN, sehingga dapat memperbaiki kesejahteraan mereka.
(Boy)
Editor: Sigit
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Penjelasan Kemenag tentang Program Wakaf Saham Masjid Istiqlal
Jakarta, Bimas Islam --- Penyataan Menteri Agama Nasaruddin Umar terkait Masjid Istiqlal, Wakaf Tunai, dan Bursa Efek Indonesia mendapat perhatian yang luas…



