Sukabumi, Bimas Islam --- Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Dirjen Bimas Islam) Kementerian Agama RI, Kamaruddin Amin mengatakan, orang yang mempelajari ilmu falak adalah orang yang terpilih. Pasalnya, umat Islam di seluruh dunia melaksanakan ibadah mahdhah berdasarkan penetapan ilmu falak.
Hal itu disampaikannya saat memberi sambutan pada acara Bimbingan Teknis Hisab Rukyat Tahun 2021 di Hotel Inna Samudera Beach, Kecamatan Cikakak, Kota Sukabumi, Provinsi Jawa Barat, Selasa (12/10/2021).
“Mempelajari ilmu falak hukumnya menjadi fardu kifayah, karena kita semua melaksanakan ibadah mahdhah berdasarkan penetapan ilmu falak ini. Jadi kita harus menyampaikan rasa syukur, karena masih ada orang yang mau mempelajari ilmu falak. Menurut saya mereka adalah orang yang terpilih juga termasuk orang yang sangat mulia,” ungkapnya.
Menurut Dirjen, banyak sekali ayat Al-Qur’an dan hadis yang berbicara tentang wajibnya mempelajari dan memahami ilmu falak.
Dikatakan Dirjen, dalam Shahih Bukhari, lebih dari 50 hadis yang berbicara tentang ibadah mahdhah tergantung dengan matahari dan bulan. Contohnya, “tidak boleh orang melaksanakan salat setelah Subuh sampai matahari meninggi, begitu juga Salat Asar, tidak ada salat sampai terbenamnya matahari.” (Hadis Shahih Al-Bukhari No. 547).
“Dalam hadis itu semuanya berbicara tentang matahari dan bulan, serta masih banyak sekali ayat dan hadis berbicara tentang itu, jadi salat kita sebetulnya terkait sepenuhnya dengan matahari dan bulan,” ungkapnya.
Begitu juga puasa, lanjutnya, sama-sama terkait dengan matahari dan bulan. “Kita tidak bisa melaksanakan puasa, salat, haji, dan zakat tanpa mengetahui tentang ilmu ini,” ungkapnya kepada 50 peserta yang terdiri dari unsur Kepala KUA, Penghulu, Penyuluh Agama Islam, perwakilan ormas Islam, dan perwakilan Majelis Taklim itu.
“Jadi semua ibadah mahdhah yang kita lakukan, semuanya terkait dengan matahari dan bulan. Ini pasti ada rahasianya, pasti ada hikmahnya, dan pasti ada sebabnya mengapa seluruh hubungan vertikal kita kepada Allah SWT terkait dengan matahari dan bulan. Semua itu adalah ciptaan dan makhluk Allah SWT, kita wajib hukumnya untuk mengetahui ilmu ini,” tegasnya.
Acara yang digelar Subdit Hisab Rukyat dan Syariah itu digelar selama tiga hari, Senin-Rabu, 11-13 Oktober 2021 dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.
(Anty)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



