Jakarta, Bimas Islam -- Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama (Kemenag), Kamaruddin Amin, mengusulkan program kolaboratif untuk mengembangkan zakat dan wakaf di tingkat global. Hal tersebut disampaikannya dalam pertemuan World Zakat Waqf Forum (WZWF) yang merupakan bagian dari acara Indonesia Sharia Economic Festival ke-11 di Jakarta, Jumat (1/11/2024).
Pertemuan bertajuk High Level Leadership Summit ini membahas langkah-langkah konkret untuk mencapai Agenda New Zakat-Waqf Global Order.
Kamaruddin mengungkapkan, kolaborasi itu harus berdampak nyata bagi pengembangan zakat dan wakaf di seluruh dunia. "Kita hadir di sini bukan hanya untuk berbagi pengalaman dan praktik terbaik, tetapi juga untuk mengidentifikasi potensi kolaborasi yang dapat diwujudkan di tingkat global," ujarnya.
Dalam meningkatkan literasi masyarakat terkait pengelolaan zakat dan wakaf, Kamaruddin mengusulkan pendirian Universitas Zakat Wakaf Online. Inisiatif ini diharapkan dapat membantu masyarakat dari berbagai negara untuk memahami pengelolaan wakaf secara profesional. "Literasi umat kita soal wakaf masih kurang. Dengan mendirikan Universitas Zakat Wakaf, mungkin ini bisa membantu dan bermanfaat bagi kita semua," tambahnya.
Kamaruddin juga mengusulkan adanya proyek bersama antarnegara dalam bidang zakat dan wakaf. Menurutnya, inisiatif lintas negara ini penting untuk memperkuat hubungan psikologis dan spiritual antarumat di berbagai negara. Ia mengajak para pemimpin organisasi zakat dan wakaf dunia untuk mengembangkan proyek yang bisa berdampak signifikan bagi masyarakat global.
Pertemuan yang dihadiri delegasi dari 43 negara anggota ini menghasilkan rekomendasi untuk membentuk tim kerja pengembangan dan pengawasan proyek kolaboratif. WZWF berencana memperkuat kerja sama antarnegara melalui program terukur yang dapat diaplikasikan sesuai kebutuhan masing-masing negara.
“Jika kita tidak punya program konkret, maka setelah menyelesaikan pertemuan ini, kita akan sibuk dengan program kita sendiri dan tidak akan terjadi apa-apa,” ujar Kamaruddin.
Diharapkan, pertemuan ini mampu mendorong tindakan nyata dalam pengembangan zakat dan wakaf global, sehingga menghasilkan solusi berbasis syariah untuk tantangan sosial-ekonomi dunia.
Fn/Mr



