Jakarta, Bimas Islam --- Direktur Jenderal Bimas Islam Kamaruddin Amin mengatakan, Ditjen Bimas Islam harus responsif mendengar masukan dari Kementerian Agama daerah. "Saya setiap berkunjung ke Provinsi-provinsi, banyak sekali mendengar masukan dari mereka, dan ini kita harus responsif," kata Kamaruddin dalam arahan kegiatan FGD Revisi Buka Blokir Anggaran Ditjen Bimas Islam Tahun 2021, di Hotel Millenium, Jakarta Pusat, Jumat (18/6/2021).
Kamaruddin menambahkan, masukan dari daerah sangat penting untuk direspon dengan kebijakan. Masukan-masukan tersebut, kata Kamaruddin, adalah fakta yang terjadi di lapangan.
"Kita harus akomodir, karena itu real terjadi di lapangan, yang mereka rasakan, kita yang paling berkompeten meresponnya," ujar Kamaruddin.
Salah satu masukan yang banyak didengar Kamaruddin, yaitu, terkait gedung Kantor Urusan Agama (KUA).
"Misalnya masih banyak daerah yang belum punya gedung KUA sendiri, tapi mereka punya tanahnya. Apakah dari Pemda, dari masyarakat, itu yang kita prioritaskan. Kita bangun gedung KUA nya," tandas Kamaruddin.
(Fadly)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



