Jakarta, Bimas Islam --- Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin mendorong keluarga muslim menjadi basis utama menggerakkan wakaf uang. Hal ini untuk memaksimalkan potensi wakaf uang yang sedang digencarkan oleh pemerintah.
"Kalau dalam satu tahun ada dua juta pernikahan, lalu mereka berwakaf Rp10.000 saja, itu kira-kira bisa menghasilkan 20 miliar rupiah. Apalagi kita semua berwakaf, maka saya kira potensinya akan sangat dahsyat," ungkap Kamaruddin pada Kamis (1/4).
Selain potensi wakaf yang sangat besar di lingkungan keluarga, Kamaruddin mengungkapkan potensi lainnya bisa datang dari para aparatur sipil negara (ASN) yang bisa dimaksimalkan untuk berwakaf uang.
"Saya membayangkan kalau dua ratus ribu orang ASN Kementerian Agama, berwakaf Rp10.000 saja setiap bulannya, itu juga bisa menghasilkan ratusan miliar. Ini tentu sedekah jariyah yang sangat luar biasa," imbuhnya.
Kamaruddin meyakini apabila wakaf uang ini terus digencarkan dan dimaksimalkan dalam pelaksanaannya, maka semestinya tidak ada lagi umat Islam yang hidup di bawah garis kemiskinan.
"Saya kira ini adalah gerakan masif yang harus dimulai dari diri kita sendiri, karena kontribusi wakaf dalam kehidupan beragama di Indonesia ini sangat fundamental," tutupnya.
(Boy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Ditjen Bimas Islam Terapkan 4T dan 4D dalam Penyusunan Anggaran 2027
Jakarta, Bimas Islam — Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama menerapkan prinsip 4 Tepat dan 4 D dalam penyusunan Pagu Alokasi…



