Serang, Bimas Islam -- Festival Rampak Bedug dan Salawat memberi ruang untuk mengembangkan potensi anak muda. Hal itu disampaikan Dirjen Bimas Islam, Kamaruddin Amin saat menutup kegiatan Festival Rampak Bedug dan Salawat di Serang, Rabu (21/6/2023).
“Festival Rampak Bedug dan Salawat ini merupakan aktivitas yang menurut saya sangat penting, dan sangat produktif. Memiliki banyak dimensi yang bermanfaat untuk dikembangkan oleh anak-anak kita,” ujarnya.
Festival ini, imbuhnya, juga menjadi momentum untuk mengasah kemampuan, terutama Generasi Z. Menurutnya, anak muda harus fokus pada talenta dan passion mereka. Mereka harus berfokus pada bakat dan minatnya.
Kamaruddin menjelaskan, Rampak Bedug sebagai seni budaya khas Indonesia, berkaitan erat dengan masa depan anak bangsa.
“Musik, seni, adalah instrumen yang sangat powerful, sangat kuat untuk menyentuh sisi spiritualitas kita, menyentuh jiwa, menyentuh rohani kita. Sehingga kalau kita melihat, dalam sejarah peradaban Islam sendiri, seni juga telah berfungsi dalam menyebarkan dakwah,” ucapnya.
“Seorang tokoh di awal abad ke-12 atau akhir abad ke-19 yang sangat terkenal, Maulana Jalaluddin Rumi telah menjadikan musik sebagai bagian dari struktur dan dimensi tasawuf yang beliau kembangkan, telah berfungsi sangat instrumental dalam menyampaikan pesan-pesan agama. Kita berharap bisa merevitalisasi dengan mengembangkan dan menghidupkan, serta menyemarakkan Festival Rampak Bedug,” lanjutnya.
“Mudah-mudahan (festival ini) bisa menjadi sarana bagi anak-anak kita untuk mengembangkan bakatnya, mengembangkan minatnya, sekaligus bisa menjadi instrumen yang menentramkan jiwa, membuat personality dan karakter anak-anak kita menjadi lembut, menjadi lebih baik, menjadi lebih kuat, sehingga akan berkontribusi untuk masa depan anak-anak kita,” pungkasnya.
Diketahui, Festival Rampak Bedug dan Salawat digelar Kementerian Agama melalui Subdit Seni Budaya dan Siaran Agama Islam bersama Kantor Wilayah Kemenag Banten. Acara ini dimeriahkan dengan lomba Rampak Bedug dan Salawat yang diikuti anak muda dari delapan kabupaten/kota se-Provinsi Banten.
Fn/Mr



