Jakarta, Bimas Islam --- Dirjen Bimas Islam, Kamaruddin Amin berharap Istiqlal sebagai masjid terbesar di Indonesia bisa mengajak seluruh masjid-masid di Indonesia untuk menggerakkan wakaf uang kepada jemaahnya.
“Jika seluruh jemaah di masjid-masjid yang ada di Indonesia berwakaf uang, sangat luar biasa manfaatnya dan perekonomian masyarakat sekitar masjid terbantu,” kata Dirjen saat sambutan dalam acara Indonesia Berwakaf dari Istiqlal untuk Pemberdayaan Umat di Ruang VVIP Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Kamis (17/03).
Dirjen mengutip, menurut data Sistem Informasi Masjid (Simas) Kemenag, jumlah masjid di Indonesia berjumlah 288.803 masjid. Dirjen menilai, kelemahan saat ini adalah tingkat literasi masyarakat soal wakaf sangat rendah.
“Jadi ini tantangan bagi Kemenag dan BWI untuk bersama-sama meningkatkan literasi masyarakat soal wakaf dan manfaatnya yang bermanfaat bagi pemberdayaan umat,” ujarnya.
Selain itu, Dirjen mengatakan, Indonesia sebagai negara yang sangat besar memiliki potensi wakaf yang sangat besar. Jumlah titik tanah wakaf mencapai 428.820 lokasi dan luas tanah wakaf mencapai 56 ribu hektar.
“Sayangnya penggunaan tanah wakaf masih sebatas penggunaan untuk masjid, pesantren, dan pemakaman. Ini terjadi karena rendahnya kompetensi nazir,” tuturnya.
Dirjen mengatakan, saat ini untuk memperbaiki perwakafan di Indonesia, Kemenag bersama BWI meningkatkan kompetensi nazir melalui Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) bagi para nazir untuk meningkatkan tata kelola wakaf di Indonesia.
“Sehingga nazir betul-betul mempunyai kompetensi dalam pengelolaan wakaf,” pungkasnya.
(Tommy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



