Jakarta, Bimas Islam --- Dirjen Bimas Islam berharap Masjid Istiqlal sebagai masjid terbesar di Asia Tenggara dapat menjadi sarana mendiseminasikan ajaran Islam wasathiyah ke dunia Islam.
“Sudah saatnya Istiqlal untuk mendiseminasikan artikulasi keberagamaan Islam Indonesia,” katanya saat memberikan sambutan Milad ke-44 Istiqlal di Slasar Tengah Lantai 2 Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Selasa (22/02).
Dirjen menjelaskan, Islam wasathiyah adalah karakter pengamalan mengartikulasikan Islam Indonesia yang diharapkan bisa didiseminasikan kepada seluruh dunia Islam. Masjid Istiqlal dapat mewakili Indonesia untuk mengartikulasikan keberagamaan Islam di Tanah Air.
“Masjid Istiqlal adalah salah satu sarana untuk bisa mendiseminasikan artikulasi Islam Indonesia ke dunia,” ujarnya.
Sementara itu, Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar mengatakan, akan menjadikan masjid yang diarsiteki Friedrich Silaban ini menjadi tempat pemberdayaan umat dan menciptakan moderasi umat beragama.
“Kita akan bekerja sama dengan pemimpin agama lain untuk menggunakan bahasa spiritual dan bahasa agama dalam melayani masyarakat dan menyelesaikan persoalan yang terjadi,” kata Imam Besar.
Imam Besar menilai, bahasa agama sangat tepat digunakan dalam masa kritis dengan menyentuh perasaan. “Bahasa agama dapat menggaet loyalitas masyarakat,” pungkasnya.
(Tommy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Ini Langkah Kemenag Jadikan Dana Sosial Keagamaan Instrumen Strategis Pengentasan Kemiskinan
Bandung, Bimas Islam — Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, menegaskan bahwa zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya…



