Sofifi, Bimas Islam --- Dirjen Bimas Islam Kemenag, Kamaruddin Amin berharap musabaqah Al-Quran melahirkan para qari yang berprestasi internasional. Hal ini disampaikan Dirjen pada Malam Ta'aruf Seleksi Tilawatil Qur'an dan Hadis (STQH) Nasional ke-26 di Rumah Dinas Gubernur, Kota Sofifi, Maluku Utara, Jumat (15/10/21) malam.
"Presiden menyepakati dengan Uni Emirat Arab (UEA) untuk mengirimkan 200 imam dan khatib di masjid-masjid UEA. Bayangan kami, satu sampai dua tahun ke depan, seluruh masjid di UEA imamnya dari Indonesia," ungkap Dirjen.
Para imam dan khatib yang akan dikirim ke UEA, tambah Dirjen, diwajibkan memiliki sejumlah kompetensi seperti hafal Al-Qur'an, qari, dan mahir berbahasa Arab.
"Kami baru bisa mendapatkan sekitar 50 orang dari 200 target. Semoga dari STQH Nasional ke-26 ini kita bisa mendapatkan yang hafal Al-Qur'an, qari, dan mahir Bahasa Arab," terang mantan Dirjen Pendis Kemenag ini.
Diminatinya imam masjid asal Indonesia oleh UEA, lanjut Dirjen, juga dilatarbelakangi pemahaman keislaman masyarakat Indonesia yang moderat. Kerja sama ini, lanjutnya, juga menjadi bukti apresiasi UEA kepada Indonesia.
"Ini apresiasi UEA kepada Indonesia sebagai negara bangsa yang sangat majemuk, moderat, dan toleran. Imam-imam dari Indonesia pasti bisa membawa praktik keagamaan moderat sehingga bisa menjadi contoh praktik keagamaan di UEA," harap Dirjen.
Dirjen juga menyatakan rasa percaya diri, bersyukur, dan bangga karena banyaknya generasi muda yang qari, hufaz, dan hafal hadis. "STQH dan MTQ yang kita lakukan semoga menjadi supplier imam masjid untuk UEA dan negeri-negeri lain," pungkasnya.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Dukung Keberlanjutan PaRD, Perkuat Kerja Sama Agama dan Pembangunan
Bangkok, Bimas Islam — Kementerian Agama (Kemenag) berkomitmen mendukung keberlanjutan International Partnership on Religion and Sustainable Development…



