Bogor, bimasislam-- Dirjen Bimas Islam, Muhammadiyah Amin, menyatakan bahwa inpassing merupakan cara yang efektif untuk menambah jumlah dan kompetensi penyuluh PNS. Menurutnya, rasio jumlah penyuluh dengan jumlah umat yang harus dibina belum seimbang. Demikian juga kompetensi penyuluh masih membutuhkan cara agar mereka dapat semakin berkualitas.
"Inpassing merupakan cara yang efektif untuk menambah jabatan fungsional penyuluh dan untuk meningkatkan kompetensi mereka. Kalau selama ini penghulu sudah mendapat perhatian, kini saatnya penyuluh perlu juga mendapatkan hal yabg sama", kata mantan sekretaris Ditjen Bimas Islam ini saat memberikan sambutan pada kegiatan Penyusunan Juknis tentang Inpassing PNS menjadi Pejabat Fungsiobal Penyuluh Agama di hotel 101, Bogor (14/8).
Lebih lanjut Amin mengatakan bahwa Menteri Agama telah menyampaikan perhatiannya kepada penyuluh agama agar mereka dapat dikontrol dan didorong perannya lebih aktif dalam pembangunan nasional. Sehingga perlu dilakukan terobosan, khususnya menggunakan media IT agar pesan-pesan pokok Menag atau info-info terbaru dapat langsung diterima oleh penyuluh.
"Pak menteri sudah bilang kepada saya, tolong siapkan suatu sistem aplikasi yang bisa menghubungkan antara pimpinan ke mereka, sehingga pesan atau info-info penting dapat diterima langsung mereka. Beliau minta waktu khusus untuk membincang masalah ini", ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kabag Ortapeg dan Hukum Bimas Islam, Thobib Al-Asyhar, menyanpaikan bahwa kegiatan ini merupakan konsekuensi dari terbitnya PMA Nomor 246 tahun 2017 tentang Pedoman Pengangkatan PNS dalam Jabatan Fungsional Penyuluh melalui Inpassing. Menurutnya, ini langkah yang harus dilakukan untuk meningkatakan jumlah dan kompetensi penyuluh agama yang dinilai belum proporsional dengan kebutuhan pembinaan umat.
Lebih jauh Thobib menungkapkan bahwa Penyuluh Agama Islam masuk dalam pembangunan melalui revolusi mental yang dikembangkan pemerintah Jokowi-JK, agar mereka berperan dalam mendeliver pesan-pesan agama untuk pembangunan nasional.
(thobib al-asyhar/bimasislam)



