Batam, bimasislam --- Islam adalah agama yang telah melahirkan peradaban besar dan amat penting dalam perkembangan peradaban dunia. Sedangkan kehidupan beragama bagi umat Islam di seluruh dunia sumber dan neraca utamanya adalah Al Quran dan Sunnah Nabi.
Demikian dikatakan Dirjen Bimas Islam Muhammadiyah Amin saat memberikan sambutan dalam acara “Imtihan dan Hafalan Santri Metode UMMI Pondok Pesantren Hidayatullah Batam” di Hotel PIH Batam Centre, Batam, Sabtu pagi (28/04).
Lanjut Dirjen, agama sebagai faktor utama dalam perkembangan peradaban dunia dan menjadi pembebas manusia dari belenggu kebodohan dan sumber inspirasi bagi kemajuan dan kebahagiaan umat manusia.
Susunan ayat-ayat Al Quran bukan hanya sekedar memuat seruan-seruan moral, tetapi mengandung kaidah-kaidah hukum. “Al Quran mengandung konsep dasar tentang penyusunan masyarakat yang bermoral dan berperadaban tinggi”, jelas Dirjen.
"Menjadikan Al Quran sebagai bacaan wajib di setiap rumah tangga muslim. Itu harus dirasakan sebagai kebutuhan”, tegas Dirjen dihadapan ratusan wali santri dan santri Pondok Pesantren Hidayatullah Batam.
Sebagai bangsa, Dirjen menjelaskan, dengan keragaman suku, etnis dan agama, sangat relevan kita mengambil pedoman kepada Al Quran yang mengajarkan prinsip-prinsip tasamuh dan hidup berdampingan secara damai dengan umat yang berbeda keyakinan, tanpa mengganggu akidah dan ibadah masing-masing.
“Setiap golongan umat beragama harus mencari titik persamaan dan bukan permusuhan”,urai Dirjen.
Dirjen menambahkan, acara Imtihan dan Hafalan Santri ini perlu dilihat lebih jauh sebagai pemberi warna kehidupan masyarakat dengan nilai-nilai dan etika sosial yang bersumber dari Al Quran.
Dirjen berpesan kepada penyusun metode UMMI agar mendaftarkan metode tersebut ke Kementerian Agama, sehingga mendapatkan pengakuan yang lebih luas lagi.
Menutup sambutannya, Dirjen mengatakan, dalam dimensi yang lebih luas umat Islam wajib melaksanakan dakwah untuk menjaga moral keagamaan dan kemanusiaan di tengah arus pergeseran nilai, norma dan perilaku masyarakat.
Tampak hadir Ketua Pengurus Yayasan Jamaluddin Nur, Penyusun Buku Metode UMMI Ahmad Yusuf, Kabid Bimas Islam Kanwil Kemenag Prov. Kepri Afrizal, Kepala Kankemenag Kota Batam Erizal Abdullah, dan para pejabat kota Batam.
Penulis : nhkurniawan
Editor : sigit
Foto : bimasislam



