Surabaya, Bimas Islam -- Dalam kegiatan Pembahasan Isu-Isu Aktual Kebimasislaman, yang digelar di Hotel Vasa Surabaya, Senin (7/2/2023), Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Dirjen Bimas Islam) Kementerian Agama, Kamaruddin Amin mengatakan bahwa sejumlah pihak saat ini tengah berkontestasi memperebutkan otoritas agama di ruang publik.
"Kita sekarang sedang berkontestasi memperebutkan otoritas di ruang publik. Ada kelompok moderat, konservatif, liberal, juga kelompok islamis. Regulasi kita belum bisa mencegah siapapun karena negara kita merupakan negara demokrasi," ungkapnya.
Berbekal data yang diperoleh dari Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat Universitas Islam Negeri (PPIM UIN), Kamaruddin menuturkan, wacana di media sosial didominasi oleh kelompok konservatif dan kelompok ultra konservatif sebanyak 67 persen, kelompok moderat hanya 22 persen, kelompok liberal 6,1 persen, dan Islamis 4,5 persen. 4,5 persen tersebut, menurut Kamaruddin, meskipun kecil tapi sangat menantang.
Kamaruddin menambahkan kelompok moderat sudah kalah dalam dominasi otoritas ruang publik di media sosial. Kelompok ultra konservatif dinilai lebih berhasil diperkenalkan dan dipromosikan.
"Di media sosial kita sudah kalah, kita sudah didominasi kelompok yang memperkenalkan dan mempromosikan islam yang ultra konservatif," ujarnya.
Dalam pertemuan yang dihadiri Staf Khusus Kementerian Agama, Pelaksana Tugas Sekretaris Ditjen Bimas Islam, Kepala Detasemen Khusus 88 Anti Teror, Kasubdit Detasemen Khusus 88 Anti Teror, pegiat media sosial Islah Bahawi, dan aktivis Alissa Wahid tersebut, Kamaruddin memberi solusi untuk mendapatkan otoritas di ruang publik. Solusi tersebut di antaranya dengan mempromosikan nilai-nilai Islam moderat sesuai dengan konteks di Indonesia.
"Yang bisa kita lakukan adalah berlomba untuk mempromosikan nilai-nilai agama yang kita yakini, yang kita percayai, produktif dan sesuai dengan konteks Indonesia," pungkasnya.
(Penulis: Fadhil, Editor: Ramdan)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



