Inhil, Bimas Islam --- Ditjen Bimas Islam dalam salah satu misi yang telah ditetapkan kurun waktu lima tahun, yaitu 2015-2019, diantaranya meningkatkan kualitas bimbingan, layanan keagamaan, dan pemberdayaan ekonomi umat Islam Indonesia. Hal ini menunjukkan komitmen Kementerian Agama melalui Ditjen Bimas Islam dalam rangka meningkatkan kualitas keberagaman serta memoderasi beragama khususnya umat Islam ke arah yang lebih baik melalui program-program yang di desain berdasarkan kebutuhan masyarakat dari pusat hingga daerah baik di wilayah provinsi, kabupaten/kota hingga kecamatan.
Adapun bukti nyata program yang telah dilakukan secara berkesinambungan, diantaranya pembangunan kantor urusan agama (KUA) berstandar dengan menggunakan dana SBSN atau Surat Berharga Sukuk Negara dan hingga saat ini mencapai tujuh ratusan lebih unit KUA, menaikkan honor penyuluh agama non PNS hingga menjadi satu juta rupiah per bulan dengan jumlah 45 ribu orang tenaga penyuluh agama Islam non PNS yang tersebar diseluruh KUA di Indonesia, pemberian bantuan kepada lembaga keagamaan, dan Program Percontohan (Proper) Daerah Binaan Bimas Islam yang telah ditetapkan di 3 lokasi di 3 provinsi, antara lain Kab. Sambas (Kalimantan Barat), Kota Bekasi (Jawa Barat), dan Kab. Indragiri Hilir (Riau; saat ini), yang didalamnya terdapat program Kampung Zakat.
Dirjen Bimas Islam, Muhammadiyah Amin dalam sambutannya pada acara Peresmian Program Percontohan (Proper) Daerah Binaan Bimas Islam yang ketiga di Kabupaten Indragiri Hilir dan dihadapan Bupati serta warga di kelurahan Sungai Beringin di Indragiri Hilir menyampaikan bahwa proper merupakan program inovasi yang diterapkan oleh Ditjen Bimas Islam, hal ini tercermin dari lima nilai budaya kerja di Kementerian Agama, yaitu Integritas, Profesionalitas, Inovasi, tanggung Jawab, dan Keteladanan. "Saat ini, sebelas unit eselon I yang berada di lingkungan Kementerian Agama berlomba-lomba memunculkan program yang inovatif dan berdampak langsung pada kebutuhan masyarakat, namun dengan kerja bersama dan semangat membangun masyarakat yang lebih baik seluruh jajaran unit kerja eselon II di lingkungan Ditjen Bimas Islam bersedia mendorong program percontohan ini," tuturnya, Kamis (29/8).
Lebih lanjut, pria yang pernah menjabat Rektor di IAIN Gorontalo menegaskan bahwa dengan adanya program ini setidaknya terdapat tiga alasan mengapa program percontohan ini digulirkan, diantaranya, pertama, proper ini merupakan wujud dari misi Ditjen Bimas Islam. Kedua, bahwa negara hadir dalam kehidupan bermasyarakat khususnya mustahik, dengan zakat setidaknya mampu mengubah status mustahik menjadi muzaki. Dan ketiga, komitmen Kementerian Agama dengan tag line lebih dekat melayani.
Muhammadiyah Amin pun di akhir sambutannya mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya terhadap Bupati Indragiri Hilir beserta jajarannya dan sekaligus kepada warga Sungai Beringin atas terselenggaranya Peresmian Proper Daerah Binaan Bimas Islam yang ketiga ini.
Sementara itu, Tarmizi, Sekretaris Ditjen Bimas Islam dalam laporannya menyampaikan program ini diharapkan agar program yang digulirkan tidak hanya dilakukan oleh satu direktorat saja, yaitu Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf) melainkan dilakukan oleh seluruh lima unit kerja eselon II, mulai dari Direktorat Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah, Direktorat Penerangan Agama Islam, Direktorat Bina KUA dan Keluarga Sakinah, serta Sekretariat Ditjen Bimas Islam. Oleh karenanya, pada kesempatan saat ini, kami (baca: Ditjen Bimas Islam) menggulirkan beberapa program bantuan yang berada wilayah kabupaten Indragiri Hilir yaitu rehab masjid/mushalla, ormas Islam, bantuan renovasi KUA, perlengkapan ibadah, mushaf Alquran, dan sembako. Selain itu, akan dijadikan pelaksanaan pembinaan program Kampung Zakat. adapun penyelenggaraan program ini dilakukan selama tiga tahun dan diharapkan pada tahun selanjutnya dapat dilanjutkan oleh pemerintah daerah setempat, Alhadulillah dengan hadirnya Bupati saat ini merupakan penyemangat bagi program yang monumental.
Sementara itu, Andi Yasri, Kasubdit Kelembagaan dan Informasi Zakat dan Wakaf ditempat terpisah mengutarakan terima kasih kepada seluruh stakeholders lembaga zakat, yaitu BAZNAS dan LAZ yang telah berkomitmen untuk mendukung program yang telah digulirkan oleh Ditjen Bimas Islam, diantaranya Kampung Zakat, program ini diharapkan nantinya akan menjawab tantangan pengelolaan zakat yaitu mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui program pemberdayaan masyarakat berbasis dana zakat. Program ini merupakan satu upaya nyata karena dilakukan secara terintegrasi yaitu aspek ekonomi, pendidikan, dakwah, kesehatan, dan sosial kemanusiaan.
Tahun 2019, Ditjen Bimas Islam telah menetapkan 7 lokasi di 7 provinsi diantaranya Kota Bekasi (Jawa Barat), Kab. Aceh Singkil (Aceh), Kab. Indragiri Hilir (Riau), Kab. Bulukumba (Sulawesi Selatan), Kab. Nunukan (Kalimantan Utara), Kab. Buru (Maluku), dan Kab. Nabire (Papua).
Dalam kesempatan itu hadir pimpinan jajaran pejabat eselon I dan eselon II beserta jajaran terkait di lingkungan Ditjen Bimas Islam, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Bupati Indragiri Hilir beserta jajarannya, anggota perwakilan DPRD, Kepala Kantor Kementerian Agama se Provinsi Riau, Kepala KUA se kabupaten Indragiri Hilir, Ketua MUI Kab. Indragiri Hilir, BAZNAS, LAZ skala Nasional, Camat Tembilahan, Lurah Sungai Beringin, Pemuka Agama, Tokoh Pemuda, dan warga setempat.
Assesment Kelurahan Sungai Beringin
Sebelumnya, BAZNAS selaku pengelola zakat nasional telah melakukan assesment di lokasi Desa Sungai Beringin, Kecamatan Tembilahan, dalam hasil tersebut, daerah yang memiliki jumlah KK 2500 KK, yang terdiri dari 6 Rukun Warga (RW) dan 29 Ruku tetangga (RT), memiliki jumlah 116 warga yang berada dalam kondisi pra sejahtera. Untuk potensi kekayaan alam yang dimiliiki yaitu pertanian kelapa, pinang, dan padi. Selain itu, memilikipotensi yang dapat dikembangkan diantaranya pengolahan hasil pertanian dan pengolahan berbahan dasar ikan.
Dalam standard yang digunakan oleh BAZNAS dengan menggunakan Indeks Desa Zakat bahwa Kelurahan Sungai Beringin memiliki nilai rata-rata 0,57, dalam penjelannya apabila semakin nilai IDZ mendekati 1 maka desa tersebut semakin tidak diprioritskan untuk dibantu, sebaliknya semakin nilainya mendekati angka 0 maka desa tersebut semakin diprioritaskan dibantu. Dalam pengukuran yang digunakan terdapat 5 aspek, yaitu ekonomi (0,38), kesehatan (0,60), pendidikan (0,73), dakwah (0,62), dan sosial kemanusiaan (0,60).
Jalannya Acara Peresmian Proper Daerah Binaan Bimas Islam
Saat tiba di lokasi peresmian, Dirjen Bimas Islam yang didampingi oleh Bupati Indragiri Hilir, Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Riau, BAZNAS, perwakilan LAZ skala nasional yang disambut dengan lantunan shalawat thala’al oleh anak didik Madrasah Aliyah Negeri 1, dan dilakukan pengalungan bunga oleh Bupati kepada Dirjen dan Kanwil kementerian Agama Provinsi yang dikalungkan oleh Kepala Bidang Penerangan Agama Islam, Zakat, dan Wakaf.
Dan setelah dilakukan seremonial penyambutan yang berada diarea luar masjid disambut dengan tarian persembahan khas Melayu, Sekapur Sirih yang dihadiri ratusan orang yang telah memadati masjid Nurjihad yang telah disediakan warga dan panitia penyelenggara. Dirjen beserta rombongan menyalami secara hangat warga yang saat itu berkesempatan bertatap muka langsung dengan orang nomor satu di Bimas Islam. Acara tersebut terselenggara atas dukungan dan partisipasi warga Sungai Beringin terhadap kesediaan rombongan dari Jakarta dan Provinsi yang jarak tempuh perjalanan tujuh jam dengan jalur darat.
Acara peresmian dimulai pada pukul 15.30 WIB itu diikuti secara khidmat dan diawali dengan mendengarkan lantunan ayat suci Alquran, laporan Sekretaris Ditjen Bimas Islam, sambutan dari Bupati dan dilanjutkan dengan arahan Dirjen dan sekaligus meresmikan Proper Daerah Binaan Bimas Islam yang ditandai dengan penabuhan beduk oleh Dirjen dan Bupati yang didampingi seluruh pejebat eselon II di lingkungan Kementerian Agama, peresmian tirai program percontohan, dan penandatanganan prasasti bagi KUA yang mendapatkan dana SBSN.
Penulis: Achmad Soleh
Editor:Achmad Soleh
Foto : Bimas Islam
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



