Jakarta, Bimas Islam -- Dirjen Bimas Islam, Kamaruddin Amin mengatakan, Kementerian Agama menargetkan sebanyak 1.106 KUA tahun ini selesai direvitalisasi. Hal tersebut disampaikannya pada kegiatan Pemetaan Pemenuhan Sarana Prasarana Kantor Urusan Agama (KUA) se-Indonesia, Rabu (14/6/2023) di Jakarta.
"Insyaallah tahun ini akan dibangun 500 titik KUA Revitalisasi. Tahun lalu sudah diselesaikan sebanyak 500, tahun sebelumnya lagi sudah 106. Jadi, tahun ini kita akan menyelesaikan 1.106 KUA Revitalisasi," ujar Dirjen saat membuka acara.
Kamaruddin mengatakan, pembangunan KUA Revitalisasi dilakukan secara bertahap. Dalam waktu tiga hingga empat tahun ke depan, ia berharap, seluruh KUA bisa direvitalisasi.
"Tentu kita berharap beberapa tahun ke depan, tiga sampai empat tahun ke depan, KUA sudah direvitalisasi demi mewujudkan layanan yang berkualitas," terangnya.
Namun, imbuh Dirjen, untuk mencapai target tersebut, banyak hal yang perlu disiapkan, seperti peningkatan kualitas SDM, diversifikasi (keragaman) program, dan pemenuhan sarana prasarana.
Maka, melalui kegiatan Pemetaan Pemenuhan Sarana Prasarana KUA ini, ia berharap para operator Kanwil Kemenag dapat melaporkan data real sebagai acuan untuk menyiapkan anggaran dan mengambil kebijakan.
"Terkait sarana prasarana, bangunan fisik, kita butuh data yang utuh dan akurat, mulai dari tanah, dan kondisi real dari kantor-kantor kita," tuturnya.
Bahkan, Dirjen mengungkap, jika memungkinkan, tahun ini bisa memberi bantuan sarana transportasi seperti motor atau kendaraan laut kepada KUA yang betul-betul membutuhkan. Dirjen juga menyebut, sarana yang perlu dipenuhi bukan sekadar sarana fisik saja, tetapi juga berkenaan dengan alat penunjang seperti alat pengolah data teodolit untuk kebutuhan hisab rukyat.
"Begitu juga sarana prasarana yang lain seperti komputer, alat olah data, dan lainnya. Kita juga butuh data yang akurat," ungkap Dirjen.
"Kita harus memiliki data yang utuh dan komprehensif terkait dengan sarana prasarana di KUA. Saya berharap, direktorat bisa membuat rencana aksi atau grand design penyelesaian sejumlah masalah di KUA," pungkasnya.
Mr



