Jakarta, Bimas Islam --- Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Kementerian Agama, Kamaruddin Amin meminta penghulu menjadi agen moderasi beragama di lingkungannya. Ini penting karena penghulu berada di garis terdepan berhadapan langsung dengan masyarakat yang beragam.
"Saya mengajak penghulu mempromosikan cara pandang beragama yang moderat," tandas Amin pada saat membuka kegiatan Peningkatan Kapasitas Penghulu Berbasis Moderasi Beragama Wilayah DKI Jakarta Angkatan I, Kamis (2/9) di Hotel Milenium Jakarta.
Menurut Amin, Indonesia saat ini sedang memiliki tantangan kemajemukan. Dalam keragaman itu, inheren di dalamnya potensi perpecahan.
"Negara kita adalah yang paling beragam di dunia. Perlu kecanggihan untuk mengelolanya," tegasnya.
Karena itu, menurut guru besar dari UIN Makasar ini, negara sangat membutuhkan peran aparaturnya untuk menjaga dan mengelola keragaman tersebut agar terhindar dari perpecahan.
Pada kesempatan itu, Amin juga mengajak para penghulu untuk tidak berhenti membaca referensi dan realitas. Jangan berhenti membaca, supaya respons kita dalam menghadapi permasalahan berbasis pada keilmuan.
"Kita harus update dalam persoalan apa pun. Karena itu wajib hukumnya memiliki kompetensi atau kapasitas, termasuk kompetensi digital," jelasnya.
Doktor jebolan Bonn University, Jerman ini menambahkan, penghulu harus menjadi ulama sekaligus tokoh masyarakat yang keputusan dan pendapatnya akan menjadi rujukan masyarakat.
"Kalau ada masalah agama, maka penghulu harus bisa memberi respons yang tepat dan cepat," demikian Amin.
(Insan Khoirul Qolbi)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



