Jakarta, bimasislam --- Direktur Jenderal Bimas Islam, Muhammadiyah Amin mengungkapkan bahwa Ditjen Bimas Islam siap menjadi garda terdepan pembinaan umat dalam membangun kembali komitmen kebangsaan yang dibangun di atas landasan keragaman untuk saling menghormati.
“Gerakan moderasi beragama kembali kita gaungkan sebagai upaya untuk membangun kembali komitmen kebangsaan yang dibangun di atas landasan keragaman untuk saling menghormati. Oleh karena itu, moderasi beragama adalah ikon Bimas Islam untuk menjaga dan merawat Indonesia,” demikian disampaikan Dirjen saat memberikan sambutan pada Rapat Kerja Nasional, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Kementerian Agama RI, di Jakarta, Selasa (12/2).
Dirjen mengatakan bahwa bangsa Indonesia lahir dari proses panjang ragam bahasa, budaya hingga agama. Wajar jika bangsa ini dikenal sebagai bangsa dengan tingkat toleransi yang baik.
Meski demikian Guru Besar Bidang Ilmu Hadis ini mengaku prihatin atas berbagai perdebatan yang menjurus pada perpecahan hingga memunculkan kekhawatiran akan terkikisnya toleransi.
“Perdebatan kehidupan beragama sudah bergeser ke linimasa media sosial dan bahkan menjadi trending topik yang tak jarang perdebatan juga diselingi dengan hujatan dan umpatan serta caci maki. Inilah kondisi yang kita semua khawatirkan,” ujarnya.
Dihadapan Menteri Agama, mantan rektor IAIN Gorontalo ini menegaskan, pihaknya akan memperkuat barisan di semua tingkatan, baik di pusat maupun daerah, dalam mengkampanyekan moderasi beragama.
“Seluruh jajaran Bimas Islam pusat dan daerah harus berada dalam satu visi yang sama dalam memperkuat moderasi beragama ini,” tegasnya.
Dalam sambutannya, Dirjen juga menyitir pernyataan Menteri Agama yang dimuat di harian Kompas, Senin, 11 Februari 2019 pada Kolom kebangsaan.
“Ketiadaan rendah hati dalam beragama dan merasa yang dipahami adalah yang paling benar sering kali menjadi sumber masalah antarumat beragama. Untuk mencegah fanatisme dan ekstremisme agama, diperlukan upaya untuk memahaminya lewat moderasi beragama. “Moderasi beragama adalah upaya untuk mengembalikan agama agar kembali moderat” tegas Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Agama kita”, demikian pernyataan Menag yang disitir Dirjen Bimas Islam.
Rakernas Ditjen Bimas Islam akan berlangsung dari tanggal 12 s.d 15 Februari 2019 dengan mengusung tema Moderasi Islam untuk Kebersamaan Umat. Rakernas sendiri dibuka secara resmi oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, dan dihadiri Sekretaris, para direktur, Kepala Kanwil Kemenag provinsi se-Indonesia serta para pejabat eselon 3 di lingkungan Ditjen Bimas Islam pusat dan daerah.
Penulis: Syamsuddin
Editor: Sigit
Foto: Bimas Islam
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



