“Kehadiran kita di ruang publik sangat ditentukan dengan instrumen komunikasi yang kita miliki. Instrumen itu akan menentukan penilaian publik terhadap apa yang sudah kita lakukan dan yang sudah kita capai,” kata Kamaruddin.
Salah satu sarana menjalin komunikasi dengan publik, Ditjen Bimas Islam mempunyai sejumlah akun media sosial, seperti instagram @bimasislam, facebook Ditjen Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag RI, twitter @BimasIslam dan channel youtube Ditjen Bimas Islam TV.
“Misi dan tantangan bagi saya dan seluruh jajaran di Ditjen Bimas Islam adalah untuk meningkatkan konten, informasi, atau berita tentang apa yang sedang kita lakukan, apa yang sudah kita lakukan, isu apa yang sedang berkembang, sehingga Bimas Islam menjadi referensi informasi bagi masyarakat,” ujar Kamaruddin.
Untuk meningkatkan sarana komunikasi dengan masyarakat, Ditjen Bimas Islam juga mempunyai program podcast To the Point. Terbaru, Ditjen Bimas Islam juga membuat program Kajian Virtual melalui webinar yang disiarkan melalui youtube Ditjen Bimas Islam TV.
“Sekali lagi ini tantangan kita semua, tantangan saya khususnya bagaimana mengemas program menjadi informasi menarik, menjadi informasi yang bermanfaat, dan Bimas Islam hadir untuk masyarakat,” tandasnya.
Sebagai informasi, kegiatan Pelatihan Jurnalistik dan Literasi Informasi Ditjen Bimas tersebut diikuti 20 peserta secara luring dengan penerapan protokol kesehatan ketat dan 30 peserta secara virtual. Peserta berasal dari bagian Humas, Informasi dan Data Eselon I Kemenag RI, Kanwil Kemenag Jakarta, Baznas, MUI, dan Badan Wakaf Indonesia.
(Fadly)



