Bogor, Bimas Islam --- Kementerian Agama RI melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam yang tugas dan fungsinya meliputi bimbingan dan layanan bagi masyarakat memberikan perhatian serius terhadap pengelolaan layanan pencetakan mushaf Al-Qur’an baik dari sumber daya manusia, sarana dan prasarana, ketersediaan anggaran maupun manajemen pengelolaan.
“Alhamdulillah, Sejak diluncurkan perdana pengoperasiannya oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin pada Oktober 2016, Unit Percetakan Al-Qur’an (UPQ) terus mengalami perkembangan baik dari aspek peningkatan kuantitas dan kualitas produksi juga dari aspek manajerial dan regulasi.”Demikian di sampaikan Dirjen Bimas Islam Muhammadiyah Amin dalam laporannya pada Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dalam kegiatan Sosialisasi Program Pengembangan Produk Unit Percetakan Al-Qur’an ”Launching Mushaf Al-Qur’an dan Terjemahnya, Mushaf Al-Qur’an Pojok, Juz ‘Amma dan Surah Yasin dan Peresmian Cetak Perdana PNBP UPQ” Kamis, 17 Oktober 2019 di Unit Percetakan Al-Qur’an Jl. Raya Puncak Km. 65 Ciawi, Bogor.
“Dari aspek produksi, kualitas dan kuantitas hasil cetak terus meningkat, sejak 2016 – 2018, UPQ mencetak 585.000 eksemplar. Tahun ini, mencetak 1 juta eksemplar. Produk cetakan tersebut terdiri dari Mushaf Al-Qur’an, Al-Qur’an dan Terjemahnya, Juz Amma, dan Surat Yasin,” jelas Dirjen.
Lebih lanjut, Amin menjelaskan bahwa produk cetakan UPQ didisribusikan secara gratis ke berbagai daerah, mulai Kanwil Kemenag, masyarakat umum, yayasan, ormas, dan lembaga pendidikan Islam.
“Dan yang patut dibanggakan dari aspek regulasi, Terbitnya Peraturan Pemerintah RI Nomor 59 Tahun 2018 tentang Jenis dan Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Yang Berlaku Pada Kementerian Agama yang di dalamnya terdapat pengelolaan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) UPQ, juga Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 584/KMK.02/2019 yang menyetujui Pengunaan Dana Penerimaan Negara Bukan Pajak pada Kementerian Agama RI yang salah satunya berasal dari Unit Pelaksana Teknis Unit Percetakan Al-Qur’an, memberikan tantangan tersendiri dan juga kesempatan kepada masyarakat untuk berperan dalam memberikan kontribusi kepada Negara atas penggunaan barang milik Negara, dalam hal ini secara ekonomi merupakan upaya dalam optimalisasi dalam pemanfaatan Barang Milik Negara,” jelas mantanRektor IAIN Gorontalo ini.
“Insya Allah pada hari yang bersejarah ini, kami mohon perkenan Bapak Menteri untuk meresmikan cetak perdana PNBP UPQ, sebagai tanda dimulainya pelaksanaan PNBP UPQ, mengawali cetak perdana ini yaitu berupa Al-Qur’an Terjemah Bahasa Mandar yang diajukan oleh Balai Litbang dan Diklat Makassar sebanyak 1000 Eksemplar. Ini bukti keseriusan Bimas Islam dalam mengawal dan menjaga warisan dari para pendahulu yang telah merintis berdirinya Lembaga Percetakan Al-Qur’an,” katanya.
Di akhir laporannya, Amin menyampaikan harapan,bahwa Ditjen Bimas Islam terus berusaha meningkatkan efektifitas layanan UPQ, di antaranya memenuhi ketersediaan sarana dan prasarana pendukung yang sangat mendesak untuk di penuhi, seperti kapasitas gedung yang tidak memadai dan mesin pencetak yang harus dimodernisasi dan ditambah seiring dengan perkembangan zaman. Hal ini perlu dilakukan untuk pengembangan UPQ ke depan serta menjaga eksistensi keberadaan UPQ sebagai potensi aset/barang milik Negara yang berada di bawah Kementerian Agama sehingga diharapkan UPQ menjadi salah satu destinasi wisata religi di Indonesia dan sebagai Pusat Pengembangan peradaban Islam Indonesia yang menerbitkan buku-buku keislaman berbasis moderasi Islam sehingga UPQ dapat disejajarkan dengan percetakan Mushaf Al-Qur’an berkelas dunia.
Kegiatan Sosialisasi Program Pengembangan Produk Unit Percetakan Al-Qur’an dihadiri oleh pejabat Eselon I, II dan III Kementerian Agama, Wakil Bupati Kabupaten Bogor, MUI dan Ormas Islam Kab. Bogor, Para Kepala Bidang Bimas Islam seluruh Indonesia, serta para Kepala KUA dan penyuluh se-Kota dan Kabupaten Bogor./UPQ
Penulis: Syafaat
Editor: Jamal Marky
Foto: UPQ
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



