Jakarta, bimasislam—Penghulu merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berada pada garis terdepan pelayanan masyarakat. Mereka melayani masyarakat dengan latar sosial dan budaya yang berbeda-beda. Dengan kompleksitas permasalahan keagamaan yang beragam, penghulu dituntut untuk memiliki kecakapan intelektual dan kemampuan teknis yang mumpuni.
Demikian disampaikan Dirjen Bimas Islam, Muhammadiyah Amin, pada Penganugerahan Pemenang Musabaqah Baca Kitab (MBK) dan Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) bagi Penghulu (LKTI) di Aula HM. Rasjidi, Gedung Kementerian Agama lantai 1, Jalan MH Thamrin Nomor 6, Jakarta Pusat, Rabu (1/11/2017).
Dikatakan Dirjen, dalam melaksanakan tugasnya, penghulu dituntut memiliki kemampuan sebagai seorang administrator, pada sisi yang lain penghulu adalah tokoh masyarakat dan pemuka agama di tingkat kecamatan.
“Sebagai tokoh dan pemuka agama, penghulu menjadi mufti atas berbagai persoalan yang muncul di masyarakat sekitarnya. Oleh karena itu penghulu harus memiliki wawasan yang luas dan peka terhadap berbagai permasalahan umat di wilayahnya.” Katanya.
Untuk itulah, dikatakannya, Ditjen Bimas Islam terus berupaya untuk menumbuhkan motivasi dalam mendalami kitab kuning dan mendorong budaya menulis bagi penghulu. “Kami memandang perlu dilaksanakan kegiatan musabaqah baca kitab dan lomba karya tulis ilmiah bagi penghulu.” Katanya.
Ditambahkan Dirjen, MBK dan LKTI menjadi penting untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas penghulu dalam membaca, dan memahami materi kajian yang tertuang dalam teks kitab kuning sebagai rujukan primer dalam menjawab berbagai permasalahan umat.
“Selain itu juga untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas penghulu dalam menuangkan gagasan dan pemikiran terkait dengan persoalan-persoalan keagamaan aktual yang berkembang di masyarakat khususnya yang berkaitan dengan tugas dan fungsinya sebagai penghulu,” imbuhnya.
Musabaqah Baca Kitab dan Lomba Karya Tulis Ilmiah Tingkat Nasional Tahun 2017 dilaksanakan tanggal 29 Oktober hingga 1 November 2017 di Hotel Arya Duta Jakarta. Kegiatan ini diikuti 68 peserta yang mewakili 34 provinsi di seluruh Indonesia.
Adapun Dewan Juri yang bertugas menilai pada Musabaqah Baca Kitab yaitu Dr. KH. Malik Madani, Dr. KH. Lutfi Fathullah dan KH.Arwani Faishal. Sementara Dewan Juri pada Lomba Karya Tulis Ilmiah yaitu Prof. Dr. Darwis Hude, MA, Prof. Dr. Muh. Hisyam, MA, Dr. Muharam, dan Dr. H. Helmy Hidayat, MA.
(sigit/bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



