Bogor, bimasislam --- Tingkat buta aksara Alquran yang meliputi masyarakat muslim di Indonesia masih tergolong tinggi. Merujuk data riset nasional oleh UIN Sunan Gunung Djati Bandung tahun 2015 lalu, ditemukan fakta tingkat buta aksara Alquran dari total 225 Juta penduduk muslim Indonesia telah mencapai angka 54% atau setara dengan 122 juta orang. Realitas ini juga menunjukkan bahwa masih rendahnya akses baca masyarakat muslim terhadap kitab suci Alquran. Demikian disampaikan Muhammadiyah Amin, Dirjen Bimas Islam saat memberikan arahan pada kegiatan FGD Peningkatan Mutu dan Kualitas Tenaga Produksi Pada Unit Percetakan Alquran (UPQ) di Hotel Horison Bhuvana, Ciawi-Bogor (23/5).
“Jika melihat fenomena masih tingginya buta aksara Alquran maka akan muncul pertanyaan, apa penyebabnya? apakah karena rendahnya akses baca? atau apakah rendahnya akses baca itu disebabkan karena sedikitnya mushaf Al-Quran yang dimiliki? lantas berapa banyak umat Islam Indonesia yang membutuhkan mushaf Al-Qur’an? Apa yang telah dilakukan oleh Kementerian Agama? untuk sementara jawaban Ditjen Bimas Islam adalah bahwa kita telah berupaya dengan melakukan pengadaan Mushaf Al-Quran Standar Indonesia, Al-Quran dan Terjemahnya, Tafsir Al-Quran, dan buku-buku keagamaan, seperti Tafsir Ilmi, Juz Amma, Yasin, Iqra hingga Majmu' al-Syarif, dan ini semua dibagikan secara gratis kepada masyarakat”, tegas mantan Rektor IAIN Gorontalo ini.
Di samping itu, Kementerian Agama melalui Ditjen Bimas Islam pun telah membentuk Unit Percetakan Alquran, satu-satunya lembaga Pemerintah yang diberikan tugas dan fungsi menyelenggarakan pencetakan, penerbitan, dan pendistribusian Al-Qur’an, serta pemberian pelayanan jasa pencetakan kepada masyarakat.
“UPQ harus dapat menjawab kebutuhan masyarakat akan kitab sucinya dan harus memberikan pelayanan yang terbaik, secara profesional dan terus melakukan inovasi produk, apalagi tantangan ke depan, melalui PNBP, UPQ sudah bisa menerima layanan pencetakan dari masyarakat, ini harus segera diperkuat dengan SDM yang handal”, harap mantan Sekretaris Ditjen Bimas Islam ini.
Amin menambahkan ada beberapa strategi Prioritas Penguatan UPQ: Pertama, penataan dan penguatan SDM;
Kedua, perbaikan infrastruktur seperti perluasan area Perkantoran dan gedung produksi dan gudang, Mesin cetak dan lainnya; Ketiga, pembangunan sarana layanan publik dan kehumasan berbasis sistem informasi;
Keempat, penguatan regulasi (PNPB/SBML/anggaran); Kelima, pusat studi dan riset Alquran dan Alhadits;
dan keenam, UPQ menjadi area destinasi wisata religi berkelas dunia.
Lebih lanjut, mantan Rektor IAIN Gorontalo itu mengungkapkan Ditjen Bimas Islam terus berupaya meningkatkan kualitas infrastruktur dan mesin UPQ. “Insya Allah, kita akan melengkapi sarana dan prasarana UPQ, membangun gedung percetakan Alquran, dan mesin-mesin yang menunjang produksi mushaf”, terangnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala UPQ Kementerian Agama Jamaluddin M. Marki, dalam laporannya menjelaskan tujuan FGD yaitu untuk meningkatkan pengetahuan tenaga produksi yang selanjutnya berdampak pada penguatan kualitas kerja, baik dari sisi pemahaman maupun kontribusi penjagaan kemuliaan mushaf Alquran.
“Dari FGD ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman bagi para tenaga produksi baik dalam melaksanakan pekerjaan maupun kontribusi dalam upaya menjaga kemuliaan mushaf Al-Qur’an”, ujar Jamal.
Ditegaskan Jamal, bahwa apresiasi Dirjen Bimas Islam terutama dalam memberikan perhatian kebijakan terhadap UPQ baik dalam pengelolaan layanan pencetakan mushaf Alquran, sumber daya manusia, sarana dan prasarana, ketersediaan anggaran maupun manajemen pengelolaan sangatlah tinggi.
“Dalam rangka mendukung percepatan peningkatan kualitas pengelolaan layanan UPQ, selama ini kami mendapat dukungan penuh dari Dirjen Bimas Islam,dan atas itu semua kami sampaikan apresiasi yang tinggi, semoga ke depan dapat menjadi motivasi dan energi baru bagi pengabdian para tenaga UPQ”, pungkas Jamal.
Kegiatan yang dilaksanakan selama 2 (dua) hari ini dihadiri oleh para tenaga produksi dan mendapatkan materi dari Dirjen Bimas Islam, Sekretaris Dijten Bimas Islam, MUI, Perusahaan Percetakan, Ahli Grafika dan BPJS Kesehatan.
Sumber: UPQ
Penulis: Jamal Marky
Editor : Syafaat
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



