Pontianak, Bimas Islam --- Penyuluh Agama Islam Kemenag merupakan dai bagi masyarakat. Sehari-hari, Penyuluh senantiasa memberikan pencerahan kebangsaan dan keagamaan melalui bimbingan dan penyuluhan.
Direktur Penerangan Agama Islam (Dirpenais) Kemenag, Syamsul Bahri mengatakan, peran Penyuluh inilah yang harus terus diejawantahkan dalam rangka mewarisi sifat Nabi Muhammad sebagai pembawa rahmat (kasih sayang) bagi semesta alam.
"Penyuluh siap bentengi negeri untuk menyebarkan berita yang positif sehingga konsep wa ma arsanalnaka illa rahmatan lil 'alamin (Tidaklah Nabi Muhammad diutus kecuali sebagai pembawa kasih sayang bagi semesta alam) akan tercapai," ungkap Syamsul secara virtual dalam acara Pengarusutamaan Moderasi Beragama dan Wawasan Kebangsaan yang dilaksanakan Kanwil Kemenag Provinsi Kalimantan Barat, Jumat (12/11/21).
Dalam menjalankan misi ini, lanjut Syamsul, Penyuluh senantiasa menggunakan prinsip mengajak kepada kebaikan dan mencegah masyarakat dari perbuatan kemungkaran.
"Penyuluh akan menjadi umat terbaik jika senantiasa menyeru kepada kebajikan di mana pun berada. Melalui lisan, tulisan, dan berbagai cara menyeru manusia untuk taat kepada Allah dan Rasul-Nya serta mencegah manusia dari perbuatan mungkar," harap mantan Kakanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur ini.
Syamsul menambahkan, dalam melakukan bimbingan dan penyuluhan bagi masyarakat, Penyuluh sangat concern dalam menggunakan cara persuasif dan dialog dengan penuh kebijakan.
"Misi besar Nabi Muhammad sebagai pembawa rahmat bagi semesta harus kita teruskan. Menjadikan kaum muslimin yang memiliki wajah teduh, tenang, dan damai. Mampu tampil sebagai pembawa kebenaran dan memberikan solusi bagi semua umat manusia," pungkas Syamsul dalam acara yang dihelat secara luring dan daring ini.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



