Depok, Bimas Islam --- Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Tarmizi Tohor mengajak para dai gencarkan sosialisasi tentang zakat di bulan Ramadan. Hal ini disampaikan Tarmizi saat menjadi narasumber dalam acara Public Expose Ramadan 1443 Hijriah LAZ Baitul Mal Hidayatullah, di Depok, Kamis (24/3/2022).
Tarmizi mengungkapkan, capaian zakat di Indonesia yang masih jauh dari potensi karena kurangnya sosialisasi dari para dai dan mubalig. Padahal, menurutnya, perintah zakat sering disandingkan dengan perintah salat.
"Maka bulan Ramadan ini harus dimanfaatkan para dai agar khotbah tentang zakat lebih digencarkan kepada masyarakat, khususnya kepada mereka yang mampu," ujar Tarmizi.
Tarmizi menyatakan, LAZ semestinya tidak hanya mempunyai data para mustahik, namun juga data orang-orang yang berpotensi menunaikan zakat. Hal ini, menurutnya, akan dapat meningkatkan capaian zakat di Indonesia.
"Jadi yang perlu kita sosialisasikan mengenai pentingnya zakat itu kepada mereka yang mampu, itulah pentingnya pemetaan terhadap para muzaki," lanjutnya.
Tarmizi menambahkan, penyaluran zakat yang dilakukan LAZ tidak hanya untuk keperluan konsumtif, melainkan juga mampu memberdayakan masyarakat agar keluar dari kemiskinan.
"Karena tujuan utama dari zakat itu mengubah mustahik menjadi muzaki, bukan hanya sekadar bagi-bagi sembako," tutupnya.
(Boy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



