Jakarta, Bimas Islam -- Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag, Tarmizi Tohor mengajak mahasiswa untuk menjadi agen literasi zakat dan wakaf. Ia mengatakan, mahasiswa punya tanggung jawab sosial atas kemajuan sebuah bangsa.
"Karena tingkat literasi masyarakat tentang zakat dan wakaf masih rendah. Ini perlu kita tingkatkan bersama-sama," ujar Tarmizi saat menerima kunjungan mahasiswa Universitas Darussalam Gontor (Unida) di Jakarta, Senin (10/10/2022).
Tarmizi mengungkapkan, Kemenag telah melakukan upaya peningkatan literasi zakat dan wakaf bagi masyarakat. Upaya tersebut dilakukan, salah satunya, melalui kelas literasi zakat dan wakaf melalui Youtube.
"Kelas Literasi Zakat dan Wakaf di channel Youtube menghadirkan sejumlah narasumber dari MUI, BAZNAS, dan para pakar ekonomi syariah," lanjutnya.
Tarmizi menambahkan, dengan semakin berkembangnya teknologi saat ini, mahasiswa dapat memanfaatkannya untuk memberi informasi seputar zakat dan wakaf. Ia meyakini, mahasiswa akan menjadi agen literasi yang efektif.
"Mahasiswa dapat lebih mudah untuk masuk ke kalangan anak muda saat ini. Cara penyampaiannya harus disesuaikan dengan konteks kekinian," pungkasnya.
(Boy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



