Bondowoso, Bimas Islam --- Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag, Tarmizi Tohor mengajak pemerintah daerah untuk bersinergi dalam optimalisasi dana sosial untuk pemberdayaan masyarakat. Hal ini disampaikan Tarmizi saat menghadiri kunjungan kerja (kunker) bersama Komisi VIII DPR RI di Pendopo Bupati Bondowoso, Senin (1/8/2022).
Tarmizi menyampaikan, Kemenag mempunyai 3 program utama dalam pemberdayaan masyarakat, yakni Kampung Zakat, KUA Percontohan Ekonomi Umat, dan Inkubasi Wakaf Produktif.
"Ketiga program ini berasal dari optimalisasi dana zakat, infak, sedekah, serta pemanfaatan harta benda wakaf sebagai upaya meningkatkan ekonomi dan pengentasan kemiskinan," ujar Tarmizi.
Tarmizi mengatakan, pemerintah daerah melalui Dinas Sosial dapat bersinergi dengan BAZNAS, LAZ, BWI, dan nazir untuk memberdayakan masyarakat sesuai dengan potensi sumber daya alam di Kabupaten Bondowoso.
"Misalnya, ada tanah wakaf yang bisa diproduktifkan dengan menggandeng beberapa _stakeholder_ pengelola zakat dan wakaf. Ini dapat membantu untuk memberdayakan masyarakat," lanjutnya.
Sementara itu, Bupati Bondowoso, Salwa Arifin mengungkapkan, tingkat kemiskinan di Kabupaten Bondowoso masih berada di angka 14%. Maka dari itu, ia mengapresiasi usulan dari Kemenag dalam upaya peningkatan perekonomian masyarakat.
"Di Kabupaten Bondowoso ini terkenal dengan produksi kopi arabika dan singkong tape. Dua komoditas ini akan kami upayakan untuk terus ditingkatkan produksinya," ujarnya.
(Boy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



