Jakarta, Bimas Islam --- Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Tarmizi Tohor mendorong jajaran Kantor Kemenag Kabupaten/Kota untuk lebih gencar dalam melakukan publikasi program tentang bantuan pemberdayaan zakat.
Tarmizi mengaku, salah satu hal yang membuat program pemberdayaan zakat tidak tampak di masyarakat karena masih kurangnya publikasi. Menurutnya, publikasi sangat penting dilakukan untuk memberikan informasi kepada masyarakat.
"Kita harus melakukan publikasi lebih masif lagi, supaya masyarakat tahu jika kita punya program pemberdayaan ekonomi umat ini sehingga pihak lain juga terdorong untuk ikut membantu," terang Tarmizi dalam acara Rakornas Program KUA Percontohan Ekonomi Umat di Hotel Aston Grogol, Jakarta, Kamis (10/2/2022).
Tarmizi menyampaikan, Kantor Kemenag Kabupaten/Kota juga harus melakukan pengembangan jaringan sosial kepada sejumlah pemangku kepentingan di daerah untuk mengembangkan program pemberdayaan ekonomi umat ini.
"Ajak bicara para Bupati dan Wali Kota tentang program ini, mereka pasti akan tertarik untuk bersinergi. Sebab program ini bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup warganya," lanjutnya.
Tarmizi menambahkan, dengan sinergi antarlembaga yang baik, program pemberdayaan ekonomi umat ini akan lebih cepat untuk berkembang dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
"Saat ini sudah ada BAZNAS dan LAZ untuk melakukan pendampingan dan pelatihan kewirausahaan bagi penerima manfaat. Jika program ini berhasil, itu suatu kebanggaan bagi kita semua," tutupnya.
(Boy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



