Jakarta, Bimas Islam -- Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag, Tarmizi Tohor mendorong Organisasi Pengelola Zakat (OPZ) membuat program pemberdayaan melalui zakat produktif. Hal tersebut, menurutnya, untuk menekan angka kemiskinan dan meningkatkan taraf hidup masyarakat.
"Program zakat produktif harus kita lakukan supaya masyarakat dapat lebih sejahtera dan mandiri," ujar Tarmizi Tohor dalam Rapat Tingkat Tinggi CEO OPZ di Jakarta, Rabu (2/11/2022).
Tarmizi mengatakan, OPZ harus melakukan perbaikan program dalam tata kelola zakat. Sebab, ia menilai, saat ini program pengelolaan zakat masih sangat tradisional dan belum berkembang.
"Misalnya, orang diberi uang 500 ribu rupiah. Dalam hitungan jam saja mereka akan miskin lagi atau pemberian sembako yang tak mengubah perekonomian secara berkelanjutan," kata dia.
Tarmizi juga mendorong perlunya formulasi dari para OPZ untuk menciptakan ekosistem distribusi zakat secara produktif. Pengentasan kemiskinan, lanjutnya, hanya bisa dilakukan jika dana zakat disalurkan ke program produktif.
"Kemenag sudah melaksanakan zakat produktif lewat pengelolaan holtikultura, pengelolaan rumput laut, dan sebagainya. Dengan begitu, masyarakat akan bisa berdaya dan lepas dari jerat kemiskinan," kata dia.
Menurutnya, ada satu hal penting yang harus diperhatikan yakni pendampingan. Karena tak sedikit organisasi filantropi yang hanya memberikan modal usaha tanpa ada pendampingan, sehingga prosesnya mati secara perlahan.
"Jangan kita beri modal lalu dilepas, itu yang membuat dana zakat tak berdampak. Kita harus mendampingi mereka dari hulu hingga hilir," tutupnya.
(Boy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



