Pontianak, Bimas Islam --- Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag, Tarmizi Tohor mengapresiasi perkembangan Kampung Zakat di Desa Sulung, Kecamatan Sejangkung, Kabupaten Sambas. Hal ini disampaikan Tarmizi saat memberi sambutan pada acara Gerakan Nasional Literasi Zakat dan Wakaf di Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), Senin (30/5/2022).
Tarmizi mengungkapkan, Kampung Zakat di Desa Sulung merupakan bentuk nyata optimalisasi dana zakat untuk membantu perekonomian masyarakat. Hal ini, menurutnya, dapat ditiru oleh wilayah lainnya di Provinsi Kalbar.
"Kampung Zakat di Desa Sulung itu bahkan diminta oleh Pemkab Sambas agar diterapkan di desa lainnya. Karena melihat program itu cukup berhasil memberdayakan masyarakat," ujar Tarmizi.
Tarmizi menyampaikan, penguatan literasi zakat dan wakaf sangat penting untuk terus dilakukan kepada masyarakat. Optimalisasi dana zakat dan aset wakaf, lanjutnya, mempunyai manfaat yang sangat luas bagi kemaslahatan umat.
"Salah satu contohnya, saat ini kita mempunyai program Inkubasi Wakaf Produktif. Dengan program ini, aset wakaf tidak hanya untuk sekolah, masjid, atau makam, melainkan juga mempunyai nilai ekonomis," lanjutnya.
Acara Gerakan Nasional Literasi Zakat dan Wakaf di Provinsi Kalbar ini diikuti 129 Peserta dari Kepala KUA, Penyuluh Agama Islam PNS dan non-PNS, perwakilan Ormas Islam, pengurus Nazir, serta jajaran Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota se-Provinsi Kalbar.
(Boy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Dukung Keberlanjutan PaRD, Perkuat Kerja Sama Agama dan Pembangunan
Bangkok, Bimas Islam — Kementerian Agama (Kemenag) berkomitmen mendukung keberlanjutan International Partnership on Religion and Sustainable Development…



