Jakarta, Bimas Islam --- Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Tarmizi Tohor mengatakan peluncuran Pusat Antar Universitas (PAU) Wakaf yang dilakukan Badan Wakaf Indonesia (BWI) dapat menciptakan beragam produk keilmuan wakaf di Indonesia.
“Saat ini masyarakat Indonesia secara umum kurang mengetahui soal wakaf. Di sekolahan ilmu tentang wakaf tidak diajarkan, berbeda dengan zakat yang diberikan materinya sejak tingkat sekolah dasar,” katanya saat ditemui di Kantor Kemenag Jalan MH. Thamrin No. 6 Jakarta Pusat, Jumat (19/03).
Direktur mengatakan saat ini tingkat literasi wakaf secara nasional sangat rendah. Dirinya berharap dibentuknya PAU dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat soal wakaf.
“Diharapkan kehadiran PAU berdampak pada meningkatknya jumlah wakaf dan aset wakaf di Indonesia,” ujarnya.
Selain itu, PAU yang melibatkan 21 perguruan tinggi negeri dan swasta itu, dapat melahirkan pengelolaan wakaf yang profesional, transparan dan akuntabel, serta lahirnya kebijakan berbasis riset yang memperkuat sistem perwakafan.
Pada Kamis 18 Maret, Badan Wakaf Indonesia (BWI) menggandeng 21 perguruan tinggi negeri dan swasta meluncurkan Pusat Antar-Universitas (PAU) secara virtual.
(Tommy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Ditjen Bimas Islam Terapkan 4T dan 4D dalam Penyusunan Anggaran 2027
Jakarta, Bimas Islam — Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama menerapkan prinsip 4 Tepat dan 4 D dalam penyusunan Pagu Alokasi…



