Jakarta, Bimas Islam --- Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Tarmizi Tohor menegaskan, program pemberdayaan ekonomi umat berbasis keluarga merupakan bukti nyata dari kegiatan literasi zakat kepada masyarakat. Hal disampaikan Tarmizi dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Program KUA Percontohan Ekonomi Umat di Hotel Aston Grogol, Jakarta, Kamis (10/2/2022).
Tarmizi mengatakan, kegiatan literasi zakat dan wakaf yang dilakukan oleh Kemenag melalui berbagai media sosial dan kunjungan ke perguruan tinggi masih belum cukup. Untuk itu, menurutnya, perlu ada sebuah program nyata berupa pemberdayaan ekonomi umat.
"Saya tidak ingin dalam literasi zakat ini hanya sekadar berbicara tentang teori. Kita harus bisa membuktikan, apa yang harus kita perbuat agar manfaatnya langsung dirasakan oleh masyarakat," ujar Tarmizi.
Tarmizi menyampaikan, dengan ditambahnya 25 KUA Percontohan Ekonomi Umat pada tahun ini, maka di setiap Provinsi sudah memiliki KUA yang menjalankan program pemberdayaan ekonomi umat tersebut.
"Tahun lalu sudah dimulai di 11 KUA, sehingga totalnya menjadi 36 KUA, dan penyebarannya sudah merata di seluruh Provinsi. Insyaallah pada tahun selanjutnya dapat bertambah kembali," lanjutnya.
Tarmizi menambahkan, dalam proses seleksi penerima manfaat harus dilakukan secara ketat agar dana bantuan yang diberikan tidak disalahgunakan untuk kepentingan pribadi dan kegiatan konsumtif lainnya.
"Kita perlu kawal terus penggunaan dana bantuan itu, jangan sampai setelah diberikan lalu dilepas, nanti habis dibelikan macam-macam tapi usahanya tidak berkembang," tutupnya.
(Boy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



