Jakarta, Bimas Islam --- Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Tarmizi Tohor mengungkapkan, pembinaan dan pembimbingan terhadap penerima manfaat pemberdayaan ekonomi umat menjadi kunci keberhasilan dari program tersebut.
Tarmizi menjelaskan, bentuk pembinaan yang dilakukan kepada para penerima manfaat yakni dengan berbagai pelatihan kewirausahaan, seperti pengelolaan keuangan, strategi pemasaran, dan pengembangan usaha.
"Pelatihan ini dilakukan oleh tim dari Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang telah ditunjuk menjadi pembina, serta pendampingan dari tim Penyuluh Agama Islam di Kantor Urusan Agama (KUA)," terang Tarmizi di Jakarta, Selasa (8/2/2022).
Tarmizi mengatakan, masyarakat Indonesia mempunyai karakteristik yang tetap membutuhkan bimbingan dan pendampingan dalam menerapkan ilmu yang telah didapatkannya.
"Jika setelah diberikan bantuan, lalu tidak dibimbing, tujuan untuk memberdayakan mereka tidak akan tercapai. Nanti dananya malah dipakai untuk kegiatan konsumtif," ujarnya.
Tarmizi menyampaikan, penerima manfaat dari program pemberdayaan ekonomi umat ini tetap dilakukan seleksi secara ketat, yakni dengan melakukan survei ke lokasi dan berkomitmen untuk mengikuti program tersebut.
"Karena orang miskin itu orang yang tidak dapat mencukupi kebutuhan sehari-harinya, tapi mereka ingin berubah. Nah, mereka inilah yang perlu kita bantu," tutupnya.
(Boy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



