Jakarta, Bimas Islam --- Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag, Tarmizi Tohor meminta nazir untuk meningkatkan pengelolaan wakaf agar produktif. Hal ini disampaikan saat menjadi pembicara dalam Kampanye Nasional Gerakan Literasi Zakat dan Wakaf yang digelar Kanwil Kemenag Provinsi Sulawesi Utara, Kamis (2/6/2022).
Tarmizi mengungkapkan, selama ini aset wakaf lebih banyak digunakan untuk urusan pendidikan dan keagamaan, seperti membangun masjid, musala, madrasah, dan pemakaman.
"Untuk kegiatan ekonomi dan bisnis itu masih sangat kecil, hanya sekitar 9%. Untuk itu, kami telah membuat program Inkubasi Wakaf Produktif di 27 titik seluruh Indonesia," papar Tarmizi.
Tarmizi menekankan, pengelolaan wakaf saat ini harus bergeser pada hal yang produktif. Ia mencontohkan, salah satunya lokasi tanah wakaf di Kabupaten Sleman, Yogyakarta yang digunakan sebagai rest area dan pom bensin mini.
"Bisa saja nanti di atas tanah wakaf, selain dibangun masjid atau musala, sisa lahannya juga dibangun kios untuk berjualan. Hasil jualannya bisa disedekahkan untuk orang miskin, ini contoh wakaf yang produktif," terangnya.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Tarmizi mengatakan, Kemenag telah membuat Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) terhadap para nazir agar mampu mengelola wakaf lebih produktif.
"Melalui kolaborasi bersama BWI, kini telah ada lebih dari 400 nazir yang telah mendapatkan sertifikat profesi," tutupnya.
(Boy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



