Tangerang Selatan, Bimas Islam --- Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag, Tarmizi Tohor menyatakan, perguruan tinggi merupakan mitra strategis Kemenag dalam meningkatkan literasi zakat dan wakaf. Hal ini disampaikan Tarmizi saat menjadi pembicara dalam kegiatan Seminar Nasional bertajuk Tantangan Filantropi Islam di Indonesia yang diselenggarakan Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah, Rabu (3/8/2022).
"Kami sudah memulai kerja sama dengan 18 perguruan tinggi yang telah menerapkan program studi tentang zakat dan wakaf. Semoga ini dapat mengembangkan keuangan Islam di Indonesia," ujar Tarmizi.
Tarmizi mengatakan, dengan adanya para lulusan sarjana, magister, maupun doktor dari program studi zakat dan wakaf, diharapkan tata kelola dana zakat dan pengembangan aset wakaf akan semakin meningkat.
"Kemenag akan tetap melakukan pembinaan dan pengawasan untuk menjamin pengelolaan dana umat ini digunakan sesuai dengan syariat," imbuhnya.
Tarmizi menambahkan, lembaga perguruan tinggi juga dapat membantu dalam peningkatan literasi zakat dan wakaf yang tergolong masih rendah, dengan melakukan seminar, sosialisasi, dan kampanye.
"Para dosen dan mahasiswa bisa melakukan upaya untuk memberikan literasi kepada masyarakat, dengan melibatkan Kemenag, BAZNAS, LAZ, dan BWI," pungkasnya.
(Boy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



