Jakarta, Bimas Islam --- Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag, Tarmizi Tohor menekankan pentingnya laporan pengumpulan zakat dari LAZ secara berkala untuk mengetahui capaian zakat nasional. Hal ini disampaikan Tarmizi dalam rapat bersama pengurus Yayasan CT Arsa di Jakarta, Jumat (26/8/2022).
"Mengapa capaian zakat masih sangat jauh dari potensinya yang begitu besar? Salah satu penyebabnya, masih ada beberapa LAZ yang tidak melaporkannya kepada kami sehingga tidak terdata," ujar Tarmizi.
Tarmizi menyampaikan, LAZ CT Arsa harus mempunyai orang yang memahami tentang penghitungan zakat. Hal ini, menurutnya, untuk membedakan pengumpulan zakat dengan dana keagamaan lainnya.
"Zakat itu ada syaratnya, yakni harus memenuhi nisab dan haul. Selain itu, pengumpulan dana zakat jangan dicampur dengan dana lainnya," lanjutnya.
Tarmizi menambahkan, pendistribusian yang dilakukan bukan hanya untuk hal konsumtif, namun harus mempunyai program pembinaan dan pemberdayaan agar para mustahik dapat menjadi muzaki.
"Karena jika hanya membagikan uang tunai atau sembako, itu tidak akan mengubah hidup mereka. Tapi jika diberikan pembinaan, insyaallah hidupnya dapat berubah lebih baik," pungkasnya.
(Boy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Fauji Ridwan Juara MTQ Internasional, Diharap Jadi Inspirasi Generasi Muda
Jakarta, Bimas Islam — Prestasi Muhammad Fauji Ridwan yang meraih juara pertama cabang Tilawah Al-Qur’an Putra pada ajang internasional di Malaysia…



