Jakarta, Bimas Islam --- Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag, Tarmizi Tohor meminta para muzaki untuk tidak merahasiakan identitasnya ketika menunaikan zakat. Menurutnya, hal tersebut akan menyulitkan pemetaan muzaki dalam memaksimalkan penghimpunan zakat.
"Masih banyak muzaki yang merahasiakan identitasnya ketika berzakat dengan Hamba Allah agar tidak dibilang ria. Padahal ini penting untuk keperluan pendataan," ungkap Tarmizi dalam Webinar Puncak Perayaan Hari Zakat Nasional 2022 yang diselenggarakan Forum Zakat (FOZ) secara daring melalui zoom meeting, Jumat (29/4/2022).
Tarmizi mengungkapkan, kesulitan identifikasi muzaki yang potensial merupakan salah satu tantangan bagi BAZNAS dan LAZ. Menurutnya, ada sejumlah muzaki yang menyalurkan zakatnya ke beberapa LAZ sehingga terjadi pendataan ganda.
"Begitu juga ketika penghimpunan zakat dilakukan secara digital melalui crowdfunding atau e-commerce, data yang diberikan terkadang tidak lengkap," lanjutnya.
Tarmizi menegaskan, dengan pendataan muzaki potensial yang baik dapat meningkatkan capaian zakat nasional yang masih cukup minim dari potensi yang sesungguhnya.
"Jika ditanya data mustahik, hampir semua LAZ itu punya. Tapi jika ditanya data muzaki, ini masih minim, padahal tidak kalah pentingnya untuk pemetaan potensi zakat kita," tutupnya.
(Boy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



