Jakarta, Bimas Islam --- Moderasi adalah jalan pertengahan, dan ini sesuai dengan inti ajaran Islam yang sesuai dengan fitrah manusia. ”Umat Islam disebut ummatan washatan, umat yang serasi dan seimbang, karena mampu memadukan dua kutub agama terdahulu, yaitu Yahudi yang terlalu membumi dan Nasrani yang terlalu melangit” ujar Sesditjen Bimas Islam, Tarmizi Tohor pada Forum Group Discussion (FGD) Masalah-Masalah Aktual Bidang Paham Keagamaan yang diselenggarakan Subdit Bima Paham Keagamaan Islam dan Penanganan Konflik (5/8).
Selanjutnya mengenai cerminan moderasi Islam dalam bidang beribadah, sebagaimana dikemukakan oleh Kasubdit Bina Paham Keagamaan Islam dan Penanganan Konflik, Siti Nur Azizah yaitu Islam mewajibkan penganutnya untuk melakukan ibadah dalam bentuk jumlah yang sangat terbatas, misalnya shalat lima kali dalam sehari, puasa sebulan dalam setahun, dan haji dalam seumur hidup, selebihnya Allah mempersilahkan manusia untuk berkarya dan bekerja mencari rezeki Allah di muka bumi.
Terkait dalam hal beribadah, Siti Nur Azizah menegaskan sudah saatnya rumah ibadah (masjid) dilengkapi dengan fasilitas khusus disabilitas.
”agar diketahui, layanan disabilitas di dalam rumah ibadah, khususnya masjid meliputi banyak hal. Diantaranya yang banyak diperlukan adalah jalur khusus pengguna kursi roda, fasilitas khusus untuk berwudlu dan pendamping, selain juga bagi penyandang tuna rungu, diperlukan media khusus agar dapat mengikuti khutbah jum’at”, ujar Kasubdit Bina Paham Keagamaan Islam dan Penanganan Konflik, yang sekaligus putri K.H. Ma’ruf Amin tersebut.
Dalam kesempatan inipun Dirjen Bimas Islam, Muhammadiyah Amin mengatakan Pemerintah siap membantu masjid yang hendak melengkapi fasilitas pelayanan disabilitas dan Bimas Islam disebutnya siap menjadi pioner dalam hal pemenuhan layanan berkategori inklusif ini.
”jika ada yang mau melengkapi fasilitas pelayanan untuk disabilitas maka kita akan bantu, ini penting karena selain cerminan dari moderasi Islam dalam bidang ibadah inipun bersifat langsung melayani masyarakat dan kita harus perhatikan dengan segera”, tegas Dirjen Bimas Islam.
Kegiatan Forum Group Discussion (FGD) Masalah-Masalah Aktual Bidang Paham Keagamaan dilaksanakan di Hotel Takes Mansion Jakarta selama satu hari, 5 Agustus 2019. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Subdit Bina Paham Keagamaan Islam dan Penanganan Konflik diikuti peserta yang merupakan penyandang disabilitas.
Penulis: bina paham keagamaan islam dan penanganan konflik
Editor: bina paham keagamaan islam dan penanganan konflik
Foto: bimasislam
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



