Yogyakarta, bimasislam --- Gaung moderasi beragama yang dikampanyekan Kementerian Agama di Tahun 2019 kian berlanjut. Kali ini melalui program Diseminasi Naskah dan Konten Moderasi Islam yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, hadir menyapa 40 orang pegiat Kepustakaan Islam di Kota Istimewa Yogyakarta, Jumat (21/6). Melalui pemaparan materi Dirjen Bimas Islam Muhammadiyah Amin, kegiatan yang mengangkat tema “Komunitas Pustaka Islam Sebagai Penggerak Kemajuan Literasi dan Moderasi” ini menegaskan kembali komitmen pemerintah dalam menjawab realitas keagamaan di Indonesia yang belakangan cenderung gaduh dengan sikap menyalahkan dan menyudutkan antara satu pihak dengan pihak yang lain.
“Moderasi beragama dengan nilai Islam rahmatan lil alamin seperti yang digaungkan Ditjen Bimas Islam adalah memberikan jalan tengah diantara sikap keberagamaan yang cenderung ekstrim, terutama bagi yang sering menyalahkan pihak lain dan merasa bahwa pendapatnyalah yang paling benar,” tegas Dirjen.
Ditambahkan Guru Besar Ilmu Hadis UIN Alaudin Makassar ini, penjelasan moderasi yang disampaikan kepada masyarakat selaiknya diiringi dengan otoritas pengetahuan keislaman yang memadai oleh sang penutur.
“Sebagai seorang yang khusus mengkaji ilmu hadis, saya mengartikankan sikap moderasi sesuai dengan pemahaman saya itu, misalnya diantara dua kecenderungan penilaian yang ekstrem terhadap suatu permasalahan, yaitu seperti tasyaddud (red; ketat tanpa pertimbangan) dan tasahul (red: longgar, bermudah-mudah) maka jalan keluarnya adalah tawassuth, yang kemudian menghasilkan kemaslahatan diiringi nilai keluasan ilmu yang bertanggung jawab, tanpa semua otoritas itu maka maknanya akan sia-sia”, jelas Amin.
Menutup persentasinya mantan Rektor IAIN Gorontalo ini, mengharapkan bahwa hasil diseminasi yang ada dapat menjadi naskah dan konten moderasi yang diterbitkan Ditjen Bimas Islam, dan sebagai tambahan diskursus bagi Buku Moderasi Islam yang saat ini prosesnya sedang disusun oleh Kementerian Agama yang dikoordinatori oleh staf ahli Menteri Agama Oman Faturrrahman.
Dijadwalkan hadir sebagai narasumber lainnya pada kegiatan yang berlangsung selama tiga hari (21-23/6) di Hotel Ibis Yogyakarta ini Sesditjen Bimas Islam Tarmizi, Direktur Urais Binsyar Muhammad Agus Salim, Kakanwil Kemenag DIY Edhi Gunawan, Editor Penerbit Qalam Dedi Slamet Riyadi, Penulis Novel Populer Aguk Irawan MN, Dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta David Efendi, dan Kasubdit Kepustakaan Islam Abdul Syukur.
Kegiatan diseminasi ini diikuti oleh Penyuluh Agama Islam (PAI) PNS dan Non PNS, Serikat Taman Pustaka, Rumah Baca Komunitas, Perpustakaan Ormas Islam dan Komunitas, Perpustakaan Masjid, dan Kasi di lingkungan Kanwil Kemenag DIY, dan pelaksana Ditjen Bimas Islam.
Penulis: Syafaat
Editor: nhkurniawan
Foto: bimasislam
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



