Samarinda, bimasislam – Tokoh Ulama Nasional, K. H. Ma’ruf Amin menjadi keynote speech dalam Dialog Nasional Nasional Keagamaan dan Kebangsaan yang diselenggarakan Subdit Bina Paham Keagamaan Islam dan Penanganan Konflik Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Republik Indonesia di Samarinda, Kalimantan Timur (21/3/2019). Dalam kesempatan ini K. H. Ma’ruf Amin menjelaskan tentang Islam Wasathiyah.
Menurut Kiyai Ma’ruf, penempatan Islam Wasathiyah yang banyak dianut di Indonesia dengan pemahaman Islam yang menyangkut cara berfikir dan cara bergerak, bukan dengan metode tekstual maupun liberal yang menyebabkan penafsiran berlebih.
“Dalam berpikir wasathiyah itu bersifat moderat atau tawassuthiyah, dinamis tetapi bermanhaj atau ada metodenya. Walaupun begitu para ulama membolehkan ijtihad yang harus ahli ijtihad. Akan tetapi saat ini tidak ada yang akhi ijtihad, sehingga ijtihadnya bersama-sama”
Selanjutnya, setiap peristiwa/permasalahan yang timbul dalam kehidupan sehari-hari tidak lepas dari usaha kalangan ulama dan para cendikia untuk memperbaiki secara sungguh-sungguh yang telah ditulis dalam kitab-kitab terdahulu, namun ada juga yang belum ditulis.
“karena itu, MUI punya Komisi Fatwa, NU punya Bahtsul Masail dan Muhammadiyah juga dengan Majelis Tarjihnya untuk menyikapi masalah-masalah yang baru,” ungkapnya.
Kegiatan Dialog Nasional Keagamaan dan Kebangsaan diselenggarakan oleh Subdit Bina Paham Keagamaan Islam dan Penanganan Konflik dengan tema “Mengarusutamakan Islam Wasathiyah: Menyikapi Bahaya Hoax dan Fitnah Bagi Kehidupan Keagamaan dan Kebangsaan” yang berlangsung dari tanggal 21 s.d 23 Maret 2019, Hotel Bumi Senyiur, Samarinda – Kalimantan Timur.
Penulis: Bina Paham Keagamaan Islam dan Penanganan Konflik
Editor: Bina Paham Keagamaan Islam dan Penanganan Konflik
Foto: Bimas Islam
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



