Donggala, Bimas Islam --- Donggala sebagai salah satu Kabupaten tertua, dimana telah terbentuk sejak tahun 798 dan setidaknya memiliki 7 kerajaaan tertua di Indonesia. Donggala terus berbenah apalagi pasca dilanda gempa, tsunami, dan likuifaksi pada tahun 2018 lalu. Kabupaten yang memiliki luas daratan 5725 Km, dimana 410 Km berada di tepian garis pantai memiliki potensi yang sangat besar untuk maju dan bangkit dari keterpurukan pasca bencana.
Pada selasa (17/12) di lapangan desa Sioyong Kecamatan Dampelas Kabupaten Donggala. Acara peresmian Program Percontohan Desa Binaan dihadiri oleh Wakil Menteri Agama, Sekretaris Ditjen Bimas Islam, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Bupati Donggala, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Sulawesi Tengah, dan Kepala Kankemenag Kabupaten Donggala, serta ratusan masyarakat.
Acara berlangsung khidmat dan direspon dengan keantusiasan dari masyarakat desa Sioyong dan dibuka secara resmi oleh Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Saadi.
Dalam sambutannya, Wakil Menteri Agama menyampaikan bahwa hadirnya Program Percontohan Desa Binaan di desa Sioyong setidaknya ada 4 (empat) tujuan. Pertama, ingin memperkuat keberagaman dan kemajemukan dalam moderasi beragama yang sudah dilakukan sejak 4 tahun belakang.
Kedua, mendorong harmonisasi antara tradisi beragama yang ramah dengan budaya lokal. Ketiga, Proper merupakan bentuk kongkrit dari visi dan misi Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam yang merupakan turunan dari arahan presiden.
Dan keempat, sebagai bentuk kepedulian kepada sesama dalam mendorong kegiatan sosial beragama melalui pemberdayaan zakat dan wakaf.
"Keempat tujuan tersebut memiliki tujuan besar yaitu meningkatkan kesolihan beragama sehingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat", tambahnya.
Senada dengan hal tersebut, Tarmizi Tohor selaku Sekertaris Ditjen Bimas Islsm menyampaikan bahwa sejak tahun 2018 setidaknya ada 14 daerah yang menjadi program kampung zakat dimana sudah ada 3 yang menjadi Proper Desa Binaan yaitu Bengkulu, Sambas dan Bekasi.
Tarmizi berharap, dengan adanya program ini bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat dari aspek ekonomi, dakwah, sosial, pendidikan dan kesehatan. Bimas Islam akan mendorong program pemberdayaan zakat dan wakaf melalui BAZNAS dan bantuan wakaf produktif bagi masyarakat.
Hal ini diapresiasi oleh Bupati Donggala Kasman Lassa dalam sambutannya. "Kami sangat mengapresiasi dan bangga bahwa Donggala bisa menjadi daerah Proper. Karena setidaknya pasca bencana menurut data setidaknya ada 11 titik di Donggala dengan jumlah rumah yang rusak mencapai 21.378 unit. Selain itu besar harapan bisa memberikan support kepada kampung muallaf yang ada di Donggala dalam hal pembinaan secara moril dan materil " ujarnya.
Diakhir acara ditutup oleh pemberian bantuan simbolik bagi masjid, ormas daerah, majelis taklim, dan pendidikan Islam, serta penampilan musik dan lagu dari kelompok seniman Donggala.
Penulis: Iqbal Fadli Muhammad
Editor: nhkurniawan
Foto: bimasislam
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



