Jakarta, bimasislam --- Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam menginisiasi penerbitan edisi cetak ulang buku Masterplan Arsitektur Keuangan Syariah Indonesia. Hal itu disampaikan Direktur Pemberdayaaan Zakat dan Wakaf M. Fuad Nasar kepada humas Kemenag di Jakarta. Buku Masterplan Arsitektur Keuangan Syariah disusun oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/BAPPENAS dan diterbitkan pertama kali tahun 2015. Hak ciptanya dipegang oleh BAPPENAS.
Menurut Fuad Nasar, bahan referensi tersebut perlu disosialisasikan kepada para pemangku kepentingan, terutama kalangan pejabat pemerintah dan BUMN, akademisi, mahasiswa, pegiat ekonomi syariah dan peminat lainnya. Kementerian Agama merupakan kementerian/lembaga di luar Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/BAPPENAS yang berinisiatif untuk ikut mensosialisasikannya.
Fuad Nasar menuturkan, Kementerian Agama merupakan salah satu institusi yang memiliki andil dalam penyusunan buku tersebut terutama supply data primer dan informasi seputar perkembangan pengelolaan zakat dan wakaf di Tanah Air. Potensi pengelolaan zakat dan wakaf di bawah leading sector Kementerian Agama memberi kontribusi penting terhadap pengembangan sistem keuangan sosial Islam sebagai bagian yang tak terpisahkan dari peta perkembangan ekonomi dan keuangan syariah Indonesia.
Lebih lanjut Fuad mengungkapkan bahwa sinergi dan kerjasama lintas otoritas dan antar-sesama pemangku kepentingan diharapkan membuahkan dukungan yang solid dalam upaya mendorong kebangkitan zakat dan wakaf untuk kesejahteraan umat dan kemartabatan bangsa.
Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada Direktur Jasa Keuangan dan BUMN – BAPPENAS Dr. Muhammad Cholifihani, SE, MA, yang telah memberi izin kepada Kementerian Agama dalam hal ini Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf untuk mencetak ulang dan menggandakan dalam versi lengkap edisi cetak ulang buku Masterplan Arsitektur Keuangan Syariah Indonesia.
“Semoga dengan hadirnya buku ini memberikan manfaat dalam upaya meningkatkan literasi kebijakan dan wawasan ekonomi dan keuangan syariah, serta mengembangkan diskursus perzakatan dan perwakafan di kalangan pengambil kebijakan dan praktisi di lapangan.” ujar Fuad yang juga mantan Anggota dan Wakil Sekretaris BAZNAS.
Peluncuran buku dilakukan dalam kegiatan Lokalatih Tunas Muda Agent of Change Ekonomi Syariah di Yogyakarta tanggal 5 – 7 November 2018. Ditandai penyerahan buku oleh Direktur Pemberdayaan zakat dan Wakaf kepada Dirjen Bimas Islam Prof. Dr. Muhammadiyah Amin. Di samping itu juga kepada mantan Dirjen Bimas Islam yang kini Guru Besar Fakultas Adab dan Ilmu Budaya UIN Sunan Kalijaga Prof. Dr. M. Machasin, dan kepada peneliti filantropi Islam dan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan AIK Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Hilman Latief, MA, Ph.D. Panitia kegiatan lokalatih membagikan buku tersebut sebagai souvenir kepada para mahasiswa fakultas ekonomi dari berbagai perguruan tinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta yang menjadi peserta program literasi zakat dan wakaf.
Penyusunan Masterplan Arsitektur Keuangan Syariah Indonesia terwujud atas permintaan Direktorat Perbankan Syariah - Bank Indonesia dan BAPEPAM-LK - Kementerian Keuangan (pada waktu itu) kepada BAPPENAS. Penyusunan buku masterplan tersebut oleh tim BAPPENAS mendapat dukungan teknis dari Islamic Development Bank (IDB) dan semua pemangku kepentingan, yaitu Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (terutama setelah sebagian dari tugas Bank Indonesia dan BAPEPAM-LK bersatu ke dalam OJK), Kementerian Keuangan, Kementerian Agama, Kementerian BUMN, Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Dewan Syariah Nasional MUI, Lembaga Penjamin Simpanan, termasuk pula dukungan dari industri keuangan syariah, asosiasi profesi seperti Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) dan Ikatan Ahli Ekonomi Islam, asosiasi pelaku jasa keuangan syariah dan berbagai perguruan tinggi penyelenggara ekonomi dan keuangan syariah.
Kehadiran Masterplan Arsitektur Keuangan Syariah Indonesia menandai awal kiprah Indonesia dalam mengembangkan sistem keuangan syariah secara nasional.
Dirjen Bimas Islam Muhammadiyah Amin dalam Kata Sambutan pada buku tersebut berpesan, sejalan dengan misi Ditjen Bimas Islam, yaitu “meningkatkan kualitas bimbingan, layanan keagamaan, dan pemberdayaan potensi ekonomi umat Islam Indonesia”, maka kehadiran buku Masterplan Arsitektur Keuangan Syariah Indonesia sangat relevan dan aktual karena di dalamnya antara lain memaparkan potensi dan peluang pemberdayaan zakat dan wakaf dalam skala nasional.
Menurut Dirjen, penerbitan buku ini sangat berguna sebagai media penyebarluasan informasi dan edukasi serta literasi keuangan syariah, dimana zakat dan wakaf merupakan salah satu komponen dalam kerangka pembangunan ekonomi umat dan kesejahteraan bangsa. Dirjen meminta jajaran Ditjen Bimas Islam di pusat dan di daerah, jajaran BAZNAS dan BWI serta para pemangku kepentingan lainnya, menjadikan buku ini sebagai referensi dan sumber data.
Muhammadiyah Amin mengemukakan dalam upaya mengoptimalkan pentasyarufan zakat dan wakaf untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan penanggulangan kemiskinan diperlukan efektivitas dan efisiensi program kerja yang menyentuh secara langsung kondisi riil di masyarakat. Zakat dan wakaf harus secara terus menerus kita dorong dan fasilitasi sebagai gerakan umat untuk masa depan Indonesia yang lebih baik, pungkasnya.
Penulis : mfns
Editor : mfns
Foto : bimasislam
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



