Jakarta, Bimas Islam --- Kasubdit Edukasi, Inovasi, dan Kerja Sama Zakat dan Wakaf Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf (Ditzawa) Kemenag, Wida Sukmawati berharap, para Penyuluh yang akan menjadi pendamping pada program KUA Percontohan Ekonomi Umat dapat menerapkan ilmu yang didapatkan setelah mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek).
"Semoga apa yang telah didapatkan selama 3 hari ini, dapat diimplementasikan di wilayahnya masing-masing," ujar Wida saat menutup kegiatan Bimtek Pendamping Penyuluh bagi KUA Percontohan Ekonomi Umat di Jakarta, Kamis (14/4/2022).
Wida menjelaskan, dalam Bimtek yang digelar selama 3 hari di Jakarta, para Penyuluh Agama Islam diberikan wawasan mengenai perencanaan bisnis, kewirausahaan, penyusunan laporan keuangan, dan teknik pendampingan kepada para penerima manfaat.
"Program ini akan membuat wajah KUA tidak hanya sekedar pelayanan nikah saja, namun juga menjadi pusat pemberdayaan ekonomi umat," terangnya.
Wida menambahkan, persiapan dalam pelaksanaan KUA Percontohan Ekonomi Umat pada tahun 2022 mempunyai jangka waktu yang lebih panjang dibandingkan tahun lalu. Hal ini, ungkapnya, disebabkan akibat pandemi Covid-19 yang membuat sejumlah kegiatan terhambat.
"Dengan persiapan yang cukup, semoga pelaksanaan program Percontohan Ekonomi Umat di 25 KUA pada tahun ini akan berjalan jauh lebih baik," pungkasnya.
Kegiatan Bimtek yang diselenggarakan Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag dihadiri sebanyak 90 Kepala KUA, dan Penyuluh Agama Islam pendamping dari 25 KUA yang telah ditunjuk menjadi KUA Percontohan Ekonomi Umat.
(Boy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



