Jakarta, Bimas Islam --- Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf (Ditzawa) terus berupaya meningkatkan produktivitas aset wakaf, salah satunya memanfaatkan wakaf uang. Hal ini disampaikan Analis Kerjasama Lembaga Keagamaan Zakat dan Wakaf Ditzawa Kemenag, Moh. Yasir Arafat saat menjadi narasumber acara Obsesi di channel Youtube Bimas Islam TV, Jumat (25/2/2022).
Yasir mengatakan, masih banyak tanah wakaf yang terbengkalai akibat nazir yang tidak dapat mengembangkannya. Dengan wakaf uang, lanjutnya, tanah wakaf tersebut dapat dimanfaatkan lebih produktif.
"Misalnya ada sepetak lahan wakaf yang tidak produktif, melalui wakaf uang itu, bisa dibelikan bahan-bahan bangunan untuk membangun masjid/musala di atasnya," terang Yasir.
Yasir mengaku, meski potensi wakaf di Indonesia sangat besar, namun capaian wakaf yang masih rendah disebabkan minimnya literasi tentang wakaf kepada masyarakat. Hal ini menurutnya, juga menjadi faktor banyak aset wakaf yang tidak produktif.
"Kurikulum di sekolah dan madrasah kurang mengupas banyak tentang wakaf. Maka dari itu, kita terus berupaya menggencarkan literasi melalui media sosial kepada masyarakat," lanjutnya.
Yasir menambahkan, jika aset wakaf bisa dikelola secara produktif, maka manfaatnya sangat besar untuk masyarakat. Khususnya di bidang keagamaan, pendidikan, dan perekonomian.
(Boy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Ini Langkah Kemenag Jadikan Dana Sosial Keagamaan Instrumen Strategis Pengentasan Kemiskinan
Bandung, Bimas Islam — Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, menegaskan bahwa zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya…



