Jakarta Bimas Islam – Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kementerian Agama bekerja sama dengan Manajemen Gramedia menggelar Ngabuburead: Literate to Elevate di Gramedia The Park Pejaten, Jakarta, Selasa (11/3/2025). Kegiatan itu bertujuan meningkatkan minat baca dan literasi keagamaan di kalangan Generasi Z, terutama pelajar SMA dan mahasiswa.
Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kementerian Agama, Arsad Hidayat, menjelaskan, Ngabuburead dirancang sebagai wadah interaktif yang menggabungkan literasi dengan diskusi keislaman. Konsep tersebut disesuaikan dengan kebiasaan anak muda yang gemar berkumpul, berdiskusi, dan mencari inspirasi dari tokoh yang relevan dengan dunia mereka.
“Dengan menggandeng Gramedia sebagai mitra, kegiatan ini diharapkan dapat menarik lebih banyak pelajar dan mahasiswa untuk lebih akrab dengan bacaan berkualitas, terutama yang berkaitan dengan nilai-nilai Islam,” ujar Arsad.
Arsad menambahkan, Ngabuburead juga mencakup ruang diskusi yang mendorong partisipasi aktif peserta. “Tidak hanya membaca, peserta juga diajak berdiskusi dengan narasumber. Dengan metode ini, literasi tidak lagi dipandang sebagai aktivitas pasif, melainkan menjadi bagian dari gaya hidup anak muda,” ungkapnya.
Arsad mengatakan, dalam memperluas cakupan literasi digital, Kemenag menyediakan Elektronik Literasi Pustaka Keagamaan Islam (Elipski), sebuah platform perpustakaan digital yang menyediakan akses mudah terhadap berbagai literatur keislaman.
Arsad menekankan bahwa pemanfaatan teknologi merupakan strategi penting agar literasi keagamaan tidak hanya berkembang di ruang fisik, tetapi juga dapat diakses kapan saja oleh generasi muda. “Melalui Elipski, kami ingin menjangkau lebih banyak anak muda, sehingga mereka dapat mengakses buku dan materi keislaman dengan lebih praktis,” katanya.
Sementara itu, Kasubdit Kepustakaan Islam Kementerian Agama, Nur Rahmawati, menjelaskan, Ngabuburead tahun ini digelar dalam tiga sesi. Kegiatan pertama berlangsung di Gramedia The Park Pejaten, dilanjutkan dengan sesi kedua dan ketiga di Masjid Istiqlal dan Bekasi menjelang akhir Ramadan.
“Kami menggelar Ngabuburead di sejumlah lokasi agar dapat menjangkau lebih banyak peserta. Setiap lokasi menghadirkan tema dan narasumber yang berbeda sesuai dengan karakteristik audiensnya,” ujar Nur.
Ba/Mr



