Cirebon, Bimas Islam --- Dosen tetap Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) Tsabit Latief mengatakan, edukasi pendidikan keagamaan untuk anak bisa disalurkan melalui komik. Menurutnya, komik yang di dalamnya memuat gambar membuat anak lebih gampang memahami.
Pernyataan itu disampaikan Tsabit saat mengisi Coaching Clinic Penulisan Naskah Islam Untuk Anak Berbasis Perpustakaan Masjid di Hotel The Luxton Cirebon, Jumat (20/5). Kegiatan itu diikuti 40 peserta dari Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
"Komik menjadi sarana yang pas untuk memberi edukasi pendidikan keagamaan kepada anak-anak. Keunggulan komik daripada buku bacaan lain yaitu komik memuat gambar yang mudah dipahami," jelas Tsabit saat memberikan materi bertema 'Komik dan Dakwah'.
Menurut Tsabit, terkait hukum gambar, para ulama berbeda pandangan. Adapun yang tidak diperbolehkan, kata dia, adalah gambar yang utuh serta memiliki bayangan. Sementara pada komik umumnya gambar yang tidak detail.
"Bahkan, dalam kitab Majmu' Fatawaa terkait hukum gambar diklasifikasikan dalam lima penjelasan yang berbeda. Ini menunjukan tidak semua gambar dilarang. Jika gambar dimanfaatkan sebagai media edukasi, ini tidak mengapa," jelasnya.
Pada Coaching ClinicPenulisan Naskah Islam tersebut, Tsabit mengajarkan para peserta membuat komik sederhana dan mudah. "Kami berharap, niat dan tujuan mulia kita dibalas oleh Allah Swt dengan balasan pahala yang besar," kata Tsabit pada acara yang digelar oleh Subdit Kepustakaan Islam Kemenag ini.
(Rendi)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



